Jakarta, CNBC Indonesia - Kanker masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia yang dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal batasan usia. Munculnya sel abnormal ini kerap dipicu oleh perpaduan faktor genetik, pola hidup, hingga kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu.
Salah satu pemicu yang kini sorotan pakar kesehatan adalah kandungan akrilamida pada makanan. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), akrilamida merupakan senyawa kimia berbahaya yang terbentuk secara alami saat bahan makanan berbasis pati dimasak dengan metode suhu tinggi, seperti menggoreng atau memanggang.
Meski studi mendalam masih terus berjalan, lembaga kesehatan internasional telah mengklasifikasikan akrilamida sebagai senyawa yang berpotensi karsinogenik (pemicu kanker) bagi tubuh manusia.
5 Makanan Tinggi Akrilamida yang Perlu Diwaspadai
Mengutip laporan Times of India, berikut beberapa sajian populer yang berpotensi memicu pembentukan akrilamida tinggi jika diolah pada suhu berlebih:
1. Aneka Gorengan & Keripik Kentang
Camilan gurih seperti keripik kentang dan kentang goreng (french fries) menjadi penyumbang akrilamida terbesar. Senyawa ini terbentuk dari reaksi antara gula alami kentang dan asam amino saat terpapar panas tinggi.
Makin gelap warna gorengan, makin pekat kandungan kimianya. Menurut studi keamanan pangan, kadar akrilamida dalam keripik kentang dapat berkisar antara 300 hingga lebih dari 2000 µg/kg, sedangkan kentang goreng dapat berkisar antara 200 hingga 700 µg/kg.
Alternatifnya, olah kentang dengan cara direbus atau menggunakan air fryer tanpa durasi berlebih.
2. Biskuit & Kue Kering Kemasan
Proses pemanggangan berteknologi suhu tinggi pada biskuit dan kue kemasan tak hanya menghasilkanakrilamida, tetapi juga tumpukan pengawet serta gularafinasi. Penelitian menunjukkan kadarakrilamida dalam biskuit kemasan berada di rentang 60 hingga 1000 µg/kg, tergantung pada bahan dan metode pemanggangan. Pembuatan kue mandiri secara home-made dengan tepung gandum utuh jauh lebih disarankan.
3. Roti Panggang (Toast) Terlalu Gosong
Tingkat kematangan roti panggang sangat menentukan kadar risikonya. Warna cokelat tua hingga kehitaman menandakan pembentukan akrilamida yang sangat tinggi, dengan estimasi berkisar antara 50 hingga 500 µg/kg. Untuk menekan risikonya, cukup panggang roti gandum atau multigrain hingga berwarna cokelat keemasan muda.
4. Kopi
Proses sangrai (roasting) biji kopi pada tahap awal turut memicu terbentuknya akrilamida. Kopi dengan tingkat sangrai terang hingga sedang (light to medium roast) cenderung lebih aman ketimbang dark roast. Data membeberkan bahwa sajian kopi seduh mengandung kadar akrilamida 5 hingga 20 µg/L, sedangkan kopi instan dalam bentuk bubuk dapat mengandung 100 hingga 400 µg/kg.
5. Sereal Sarapan Olahan
Sereal populer seperti corn flakes dan olahan gandum kemasan kerap melewati proses pemanggangan suhu tinggi. Produk sereal berkadar gula tinggi dan berwarna kecokelatan tercatat memiliki kadar akrilamida antara 150 hingga 1200 µg/kg, tergantung pada merek dan cara pengolahannya. Beralih ke bahan alami seperti oatmeal masak tradisional dapat menjadi opsi sarapan yang jauh lebih aman.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

5 hours ago
4
















































