Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan ranking atau peringkat kekuatan paspor biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun hanya untuk bergeser satu atau dua posisi, namun tren tersebut mulai berubah. Dalam kurun waktu 2025 hingga 2026, sejumlah negara berhasil mencatatkan peningkatan signifikan dalam ranking paspor global.
Berdasarkan data dari Henley Passport Index, Arton Capital Passport Index, serta pemantauan independen berbagai lembaga internasional, lonjakan ini dipicu oleh kekuatan diplomasi, keterlibatan aktif dalam blok perdagangan regional, hingga kebijakan bebas visa sepihak demi mendongkrak sektor pariwisata dan perdagangan.
Peningkatan ranking paspir juga diraih oleh negara-negara kaya melalui optimalisasi soft power.
Berikut adalah sembilan negara yang mencatatkan kenaikan ranking paspor secara signifikan sepanjang tahun 2025-2026 melansir Yahoo Travel:
1. Uni Emirat Arab (UEA)
Uni Emirat Arab mengukuhkan rekornya sebagai negara dengan peningkatan mobilitas paling pesat dalam kurun dua dekade terakhir. Paspor UEA melesat ke peringkat ke-5 dunia setelah berhasil mengamankan bebas visa hingga ke 153 destinasi sejak tahun 2006.
Saat ini, pemegang paspor UEA menikmati akses ke 188 destinasi global berkat perluasan jaringan diplomatik dan kemitraan internasional yang sangat aktif.
2. Kosovo
Peningkatan posisi Kosovo didorong oleh pembukaan akses politik yang sempat tertunda. Setelah bertahun-tahun terhambat dalam mobilitas Eropa akibat dinamika politik, Kosovo berhasil naik 35 peringkat sejak 2016. Penyelarasan administratif dan izin politis yang akhirnya diberikan memungkinkan warganya memanfaatkan fasilitas mobilitas yang telah lama diperjuangkan.
3. India
Melalui diplomasi dan liberalisasi visa, India merangkak naik ke peringkat ke-80 pada Henley Passport Index 2026 (setara dengan Aljazair). Kenaikan dari posisi ke-85 pada tahun sebelumnya memberikan warganya akses ke 55 hingga 56 destinasi.
Meskipun peringkatnya masih terbatas, momentum pertumbuhan India mencatatkan tren positif yang stabil.
4. Oman
Oman naik ke posisi ke-55 pada Mei 2026 dengan total 84 destinasi bebas visa atau visa-on-arrival. Kenaikan ini ditopang oleh dua kesepakatan strategis: kebijakan pembebasan visa dari China bagi negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) serta perjanjian bebas visa timbal balik jangka pendek dengan Rusia yang mulai berlaku sejak Juli 2025.
5. Arab Saudi
Peningkatan mobilitas Arab Saudi berjalan seiring dengan pelaksanaan program reformasi nasional Vision 2030. Arab Saudi mencatatkan perluasan akses hingga sekitar 87-88 destinasi bebas visa pada tahun 2026, didukung peningkatan indikator iklim investasi dan ekonomi nasional.
6. Bahrain
Kenaikan posisi Bahrain didorong oleh kombinasi pertumbuhan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) per kapita, perbaikan indikator kelembagaan, serta keikutsertaan dalam kesepakatan pembebasan visa China bagi kawasan Teluk. Integrasi regional ini memberikan kemudahan akses bagi warga Bahrain ke salah satu pusat ekonomi utama dunia.
7. Hong Kong
Hong Kong mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 12 peringkat hingga berada di posisi ke-31. Berbeda dengan negara lain yang bergantung pada satu perjanjian besar, kenaikan Hong Kong dicapai melalui pembaharuan rutin berbagai perjanjian bilateral secara komprehensif serta perbaikan indikator pendukung seperti investasi dan mobilitas.
8. Filipina
Filipina mencatatkan salah satu penambahan jumlah destinasi tertinggi, di mana akses bebas visa, visa-on-arrival, atau eTA meningkat dari 64 menjadi sekitar 78 destinasi. Kementerian Luar Negeri Filipina saat ini terus menjajaki berbagai kesepakatan timbal balik baru, termasuk dialog awal terkait potensi akses ke wilayah Schengen.
9. Pakistan
Meski masih berada di kelompok peringkat bawah, paspor Pakistan menunjukkan pemulihan secara bertahap. Pada edisi Februari 2026, Pakistan naik ke peringkat ke-97 dari posisi ke-103 pada tahun sebelumnya, dengan total akses ke 32 destinasi. Kenaikan bertahap ini menandai berbalik arahnya tren penurunan posisi yang sempat dialami selama berlayar bertahun-tahun.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
1

















































