Jakarta, CNBC Indonesia - Anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), yaitu PT Integrasi Jaringan Ekosistem, berhasil menghimpun pendanaan melalui penerbitan Samurai Bonds atau obligasi berdenominasi yen Jepang di pasar modal Jepang dengan nilai total JPY 21,4 miliar.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penerbitan Samurai Bonds dilakukan dalam dua seri.
Seri pertama, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (WEAVE) Japanese Yen Bonds First Series (2026) (Tranche I), memiliki tenor tiga tahun dengan nilai penerbitan JPY 19,4 miliar dan tingkat bunga tetap 3,40% per tahun.
Sementara itu, seri kedua, Second Series (2026) (Tranche II), diterbitkan dengan tenor lima tahun senilai JPY 2 miliar dan menawarkan kupon 3,92% per tahun. Dengan demikian, total dana yang berhasil dihimpun dari kedua seri mencapai JPY 21,4 miliar.
Perseroan mengungkapkan bahwa Samurai Bonds tersebut memperoleh peringkat BBB+ dari Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR).
Samurai Bonds tersebut memperoleh peringkat BBB+ dari Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR).
"Dana yang diperoleh dari penerbitan Samurai Bonds akan digunakan oleh PT Integrasi Jaringan Ekosistem untuk mendukung pengembangan usaha," tulis manajemen BEI, Rabu (29/7/2026)
Pengembangan usaha yang dimaksud meliputi belanja modal terkait pengembangan, perluasan, dan pemeliharaan jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH) beserta infrastruktur telekomunikasi pendukungnya, pemenuhan kebutuhan modal kerja, pembiayaan kembali atau pelunasan atas fasilitas utang yang telah ada, serta kebutuhan umum perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penerbitan Samurai Bonds oleh PT Integrasi Jaringan Ekosistem diharapkan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan dan pengembangan usaha Grup Perseroan melalui tersedianya sumber pendanaan jangka panjang yang kompetitif serta diversifikasi akses pendanaan ke pasar modal internasional.
Selain itu, dana hasil penerbitan dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan jaringan digital, sehingga memperkuat kapasitas operasional serta mendukung pencapaian strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Manajemen menyebut, dari aspek hukum, penerbitan Samurai Bonds telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta persyaratan regulator dan otoritas terkait di yurisdiksi penerbitan.
Manajemen meyakini bahwa penerbitan Samurai Bonds tersebut tidak memberikan dampak material yang merugikan terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan, dan justru diharapkan memperkuat posisi keuangan serta mendukung pertumbuhan usaha Grup secara berkelanjutan.
(fsd/fsd)
Addsource on Google

2 hours ago
2

















































