Jakarta, CNBC Indonesia - Genre horor kian menemukan momentumnya di tengah meningkatnya kecemasan global. Setelah berjaya di film, televisi, dan video game, horor kini juga menjadi mesin pertumbuhan baru di industri komik, terutama di Amerika Serikat (AS).
Salah satu nama yang menonjol adalah James Tynion IV, penulis asal New York yang berhasil menjual sekitar lima juta kopi seri "Something is Killing the Children" sejak debutnya pada 2019. Komik ini mengikuti kisah Erica Slaughter, sosok misterius yang mampu melihat monster tak kasatmata yang membunuh anak-anak di sebuah kota kecil di AS.
Kesuksesan tersebut berlanjut lewat karya lain seperti "The House on the Lake" dan "The Department of Truth", yang mengangkat isu kelangsungan hidup manusia dan teori konspirasi. Deretan karya ini mengukuhkan Tynion sebagai salah satu kreator komik independen terlaris lintas genre.
"Horor memungkinkan Anda membicarakan apa yang Anda takuti di masyarakat dan dalam diri sendiri, lalu meningkatkannya ke tingkat ekstrem," ujar Tynion kepada seperti dikutip AFP, Kamis (19/2/2026).
Menurut pria berusia 38 tahun itu, popularitas horor, mulai dari "Stranger Things" hingga gim "Resident Evil", berfungsi sebagai katup pelepas tekanan. Cerita-cerita ini, jelasnya, memberi cermin yang menenangkan, membuat ketakutan nyata terasa lebih terkendali.
"Kekuatan horor terletak pada kemampuannya mempersonifikasikan masalah sosial menjadi monster yang dapat dilihat dan dihadapi," ujarnya.
"Ada sesuatu yang sangat katarsis dari horor. Sejarah menunjukkan, ketika dunia lebih menakutkan, genre ini justru lebih sukses," tambahnya.
Secara historis, popularitas komik horor dan kriminal pernah memicu kontroversi pada era 1950-an, hingga melahirkan Comics Code Authority yang membatasi genre tersebut selama beberapa dekade. Namun, pembatasan itu kini telah lama runtuh.
Isu sosial menjadi pusat perhatian dalam karya terbaru Tynion "Exquisite Corpses", yang telah terjual 500.000 eksemplar sejak dirilis di AS tahun lalu. Komik ini dikerjakan bersama seniman visual Kanada Michael Walsh dan membayangkan dunia distopia, di mana 13 keluarga terkaya menggelar pertarungan sampai mati untuk menentukan penguasa negara.
"Mudah sekali menarik benang merah dengan Amerika hari ini," kata Tynion.
"Ini tentang apa yang terjadi ketika aturan diabaikan dan para penindas berkuasa. Yang berulang kali terjadi, orang-orang biasa terjebak di tengah baku tembak," ujarnya.
Kesuksesan ini juga membuka pintu lintas media. Setelah meninggalkan DC Comics pada 2021, Tynion fokus pada studio independennya, Tiny Onion.
Seri "Something is Killing the Children" kini dikembangkan untuk layar oleh Blumhouse. Sementara kekayaan intelektual lainnya merambah permainan kartu dan pembicaraan dengan pengembang gim.
(sef/sef)
Addsource on Google

3 hours ago
3
















































