Jakarta, CNBC Indonesia - Platform pertukaran mata uang kripto asal Korea Selatan (Korsel), Bithumb, mengaku tak sengaja membagi-bagikan Bitcoin senilai lebih dari US$40 miliar (Rp672 triliun) ke nasabah, sebagai penghargaan promosi. Hal ini memicu aksi jual besar-besaran di dalam platform tersebut.
Bithumb kemudian meminta maaf atas insiden yang terjadi pada Jumat (6/2) pekan lalu. Platform mengaku telah memulihkan 99,7% dari Bitcoin yang tak sengaja dibagikan secara cuma-cuma, yakni sebanyak 620.000 Bitcoin.
Perusahaan kemudian langsung membatasi transaksi dan penarikan untuk 695 nasabah yang terdampak selama 35 menit pada Jumat (6/2), dikutip dari Reuters, Senin (9/2/2025).
Menurut keterangannya, bursa tersebut awalnya berencana untuk mendistribusikan hadiah uang tunai kecil sebesar 2.000 won (Rp22.000) atau lebih kepada setiap pengguna sebagai bagian dari acara promosi.
Namun, para pemenang malah menerima setidaknya 2.000 Bitcoin masing-masing, menurut laporan media.
"Kami ingin menegaskan bahwa insiden ini tidak terkait dengan peretasan eksternal atau pelanggaran keamanan, dan tidak ada masalah dengan keamanan sistem atau manajemen aset pelanggan," kata Bithumb dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.
Namun, regulator keuangan Korsel, termasuk Komisi Layanan Keuangan, mengatakan insiden ini menunjukkan kerentanan dan risiko dari aset virtual.
Setelah pertemuan darurat, para regulator mengatakan akan meluncurkan inspeksi ke kantor Bithumb dan beberapa bursa kripto lainnya, jika ditemukan pelanggaran hukum dalam penyelidikan pada sistem kontrol internal mereka.
Harga Bitcoin mendadak sempat turun 17% ke 81,1 juta won pada Jumat (6/2) sore di Bithumb, menurut chart yang ditunjukkan oleh platform. Tak berselang berapa lama, harga kembali pulih di angka 104,5 juta won.
Bithumb merupakan bursa kripto yang terhitung belum semasif Upbit, yakni pemain dominan di industri kripto Korsel.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3

















































