Bapak-bapak dan Gen Alpha Kepincut Cuan Ternak Sapi, Ini Kisahnya

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekelompok petani di Bukit Timah Dumai mengubah lahan belukar menjadi sumber penghidupan. Dari kebun buah hingga peternakan sapi, mereka membangun usaha produktif yang kini didukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Anggota Kelompok Tani Mekar Sejati, Aris Ahmad Azahri mengungkapkan PLTS tersebut membantu penerangan hingga pengairan. PLTS dengan kapasitas 4,4 kwp+10 kwh tersebut didapatkan melalui bantuan PT Pertamina RU II / Refinery Unit Dumai.

"Kalau sebelumnya (menggunakan PLTS) itu kita mengeluarkan dana di Rp 800 hingga Rp 1 juta di hari biasa. Kalau lebaran haji kita sampai Rp 1,5 juta. tapi setelah ada PLTS ini kita menghemat signifikan itu menjadi Rp0," ungkap dia dalam Energy Expedition, program Power Lunch CNBC Indonesia, Jumat (4/9/2026).

Anggota Kelompok Tani Mekar Sejati lainnya, Iwan Komar menyampaikan sapi di peternakan tersebut biasanya dijual di usia 2 tahun dengan harga mencapai Rp 20 hingga Rp 25 juta.

"Sapi dijual biasanya pas mau lebaran haji ke masjid, musala, perusahaan, pengusaha. Kami sudah punya langganan. orang datang ke kandang kami, melihat, cocok, kita tandai, kadang 10 ekor. Perusahaan ambil yang besar," terang dia.

Kelompok tani ini memiliki sebanyak 25 anggota aktif. Setiap anggota memiliki sapi hingga 10 ekor. Adapun pembagian keuntungan dilakukan dengan menyetorkan uang kas ketika peternak berhasil menjual sapinya.

"Kalau itu mungkin pas mau lebaran haji sekali panen dapat Rp 10 miliar. Rupanya bisa dijadikan sambilan. Dia dari sekolah kadang memasukkan sapi. itu dengan anak-anak kami juga," jelas Iwan.

Kelompok tani ini bahkan memiliki anggota yang masih bersekolah, salah satunya Zian Rizki Ramadhan. Selaku peternak muda, ia mengaku motivasinya menjadi peternak adalah karena ingin belajar di samping mendapatkan penghasilan.

"Punya sapi sejak tahun kemarin. Sudah sempat jualan. Omzetnya kemarin jual 1 ekor sapi Rp 18,8 juta. Sebagian saya beli HP, sebagian saya putarkan beli sapi. Rp 11 juta beli sapi," tutur bocah 14 tahun ini.

Dalam merawat sapi, Zian memberikannya makan sebanyak 4 kali dalam sehari, yakni pagi, siang, sore, dan malam.

"Pulang sekolah saya langsung ke kandang sapi, sekitar jam 15.30. Saya bersihkan kandang, setelah bersih baru masukkan sapi, baru kasih makan," terang Zian. 

(bul/bul)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |