Bukan Pelit, Terungkap Ini Alasan Gen Z Pilih Nikah di KUA

6 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena pasangan muda yang memilih menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) kian ramai belakangan ini. Pilihan itu bukan semata soal menekan biaya, melainkan juga mencerminkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap pernikahan. Bagi sebagian Gen Z, pesta besar tak lagi jadi prioritas. Yang lebih penting justru kehidupan setelah akad, mulai dari menata rumah tangga, membeli hunian, hingga menyiapkan bulan madu.

Penghulu di KUA Setiabudi Abdul Hamid membenarkan bahwa tren menikah di KUA memang semakin terasa, terutama setelah pandemi Covid-19. Ia menuturkan, banyak pasangan muda yang datang dan memilih nikah di KUA saja dari kalangan Gen Z, namun tidak menutup kemungkinan juga milenial hingga mereka yang menikah lagi.

"Hampir benar Gen Z sekarang banyak yang pilih nikah di KUA saja. Tapi ada juga yang milenial. Kemudian mungkin juga yang menikah lagi gitu kan, yang sudah pernah bercerai menikah lagi kebanyakan di KUA, mereka jarang untuk menggelar pesta gitu," kata Hamid kepada CNBC Indonesia.

Ia mengatakan, perubahan itu sudah mulai terasa beberapa tahun terakhir. "Setelah Covid sih mulai ramai fenomena yang menikah di KUA saja," ujarnya.

Menurut Hamid, salah satu alasan utama Gen Z memilih menikah di KUA adalah gaya hidup yang serba praktis. Generasi ini dinilai terbiasa dengan kemudahan teknologi dan layanan serba instan, sehingga cenderung tak ingin repot mengurus pesta besar.

"Satu, mungkin Gen Z ini lebih suka simpel, hal-hal yang simpel. Karena memang hidupnya ini sekarang dia simpel. Seperti kalau dulu itu kan serba susah, misalnya mau nelpon kita harus pergi ke wartel ya. Terus misalnya kita mau chattingan itu kita SMS yang dulu penuh dengan kesabaran gitu kan, yang agak susah. Kalau sekarang Gen Z itu karena memang dilatih dari kehidupan yang serba simpel gitu, mau nge-chat, mau teleponan dan lain sebagainya gampang. Order makanan pun gampang, sehingga hal-hal itu yang memicu 'Ah pernikahan mending lebih baik simpel' gitu kan, karena kan intinya ijab kabul saja," jelas dia.

Selain faktor praktis, Hamid menilai pertimbangan ekonomi juga ikut berperan. Biaya pesta yang tidak kecil membuat banyak pasangan muda lebih berhitung. Dana yang semula bisa habis dalam satu hari resepsi kini lebih dipilih untuk kebutuhan setelah menikah.

Sepasang calon pengantin Azril 24 tahun dan Julia 23 tahun menjalani prosesi akad nikah di KUA Tebet, Jakarta, Jumat, (17/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Sepasang calon pengantin Azril 24 tahun dan Julia 23 tahun menjalani prosesi akad nikah di KUA Tebet, Jakarta, Jumat, (17/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Yang kedua, mungkin dari ekonomi juga ya, kan ekonomi sekarang kayaknya memang agak susah. Jadi memilih untuk di KUA menghemat ekonomi gitu. Untuk mungkin ke depannya setelah menikah. Betul mereka lebih memilih prospek uangnya digunakan untuk setelah nikah, seperti mungkin honeymoon-nya atau membangun bisnis yang baru, atau rumah membeli properti yang lain," tutur Hamid.

Sementara itu, Kepala KUA Tebet Nasrulloh mengungkapkan makin banyak pasangan muda yang menikah di KUA khususnya di tahun ini.

"Khusus untuk KUA Tebet biasanya dari persentase 20% nikah di KUA, 80% nikah di Luar KUA. Nah di tahun 2026 ini naik 40% nikah di KUA, 60% nikah di Luar, mayoritas iya yang nikah dari kalangan Gen Z meski ada beberapa di luar itu," beber dia.

Menurut Nasrulloh ada faktor utama yang membuat masyarakat kini lebih memilih menikah di KUA dibandingkan di gedung atau rumah.

"Kalau itu saya kurang tahu, tapi 1-2 pengantin bilang kita lebih duit ditabung masa depan ketimbang dihambur di acara pesta," ujarnya.

Cerita serupa datang dari Seruni Cantika, salah satu Gen Z yang memutuskan menikah di KUA. Bagi dia, keputusan itu diambil bukan karena tak punya biaya, melainkan karena merasa uang pernikahan lebih baik disimpan untuk kehidupan rumah tangga setelah akad.

"Alasan utamanya simpel, dan mungkin banyak ya yang sudah berpikiran sama kayak saya: mending uangnya dipakai untuk kehidupan setelah pernikahan. Karena pernikahan itu bukan suatu akhir, tapi awal dari perjalanan," ujar Seruni.

Keputusan itu juga dipengaruhi pengalaman orang terdekatnya. Ia mengaku sempat melihat sepupunya memaksakan pesta mewah sampai orang tua harus terlilit utang. Pengalaman itu membuatnya mantap tak ingin menggelar resepsi besar.

"Mulanya saya berpikiran untuk menikah di KUA saja itu karena saya melihat sepupu saya yang bela-belain gelar pesta mewah tapi orang tuanya harus terlilit utang. Amit-amit saya, pas tahu itu saya langsung komitmen, nggak deh bikin pesta kalau cuma bikin pusing sama utang. In this economy ya," kata dia.

Bukan cuma soal biaya, Seruni juga mengaku tak ingin direpotkan oleh panjangnya daftar persiapan pesta. Menurut dia, meski tabungan sebenarnya cukup, kerumitan mengurus vendor dan detail acara membuatnya semakin yakin memilih akad sederhana di KUA.

"Lagipula, meski tabungan sudah aman ya, maksudnya kita sudah ada pegangan dan itungan untuk gelar pesta, saya dengar dari teman-teman saya sebelumnya itu, pusing juga mereka ngurusin tetek-bengek persiapan pestanya. Buat saya yang memang nggak mau ribet, udahlah mending KUA saja," ucapnya.

Pilihan menikah di KUA pun tak lantas menghilangkan unsur perayaan. Seruni tetap menyiapkan momen spesial dengan caranya sendiri. Ia menyewa fotografer untuk mendokumentasikan akad, memakai jasa makeup artist, dan menggelar makan bersama keluarga inti di restoran.

"Untungnya pasangan saya juga sependapat. Akhirnya saya pilih sewa fotografer yang mau diajak ke KUA, terus saya sudah makeup rapih ya, jadi selesai akad di balai nikah, saya langsung foto-foto dengan fotografer yang disewa itu. Bagaimanapun kita tetap butuh dokumentasi," ujar dia.

Dengan konsep sederhana itu, total biaya yang dikeluarkan jauh lebih hemat dibanding resepsi pada umumnya.

"Kayaknya waktu itu sekitar Rp6 juta atau Rp7 juta, soalnya rumah makan sundaan saja sih, yang per pax nya nggak sampai Rp200 ribu. Dan KUA nya gratis, paling saya bayar tukang rias, sewa baju dan fotografer saja. Hemat banget pokoknya," ungkap Seruni.

Pasangan Gen Z lainnya Ade bersama Intan juga mengatakan hal yang sama. Pasangan Gen Z yang menikah di KUA Tanjung Priok ini mengungkapkan pilih nikah di KUA karena simpel dan tak menghamburkan banyak uang. Mereka berdua sepakat uang mahar pernikahan akan disimpan untuk kebutuhan di kemudian hari.

"Kami sepakat nikah di KUA dan gelar syukuran kecil-kecilan dengan keluarga di rumah," ucap Ade.

"Makan ala kadarnya. Uang lebihnya disimpan buat kebutuhan masa depan. Masih mikir buat nanti kebutuhan anak, uang kontrakan dan lain-lain," timpal Intan.

Ade dan Intan menghilangkan kata gengsi dan omongan tetangga soal tak gelar pesta pada pernikahannya.

"Omongan tetangga biasanya muncul kayak kok gak ada undangan pernikahan, jangan-jangan apa nih. Ya cuekin aja," bebernya.

Bukan hanya Seruni, Ade, dan Intan, banyak utas di sosial media Thread mengungkapkan kalangan Gen Z pilih nikah di KUA. Alasannya beragam mulai dari simpel hingga efisiensi biaya. Mereka memilih untuk tak menggelar pesta dan mulai menghilangkan gengsi.

Nikah di KUA Gratis

Pilihan Gen Z untuk menikah di KUA juga tak lepas dari aturan biaya yang memang jauh lebih ringan. Hamid menjelaskan, menikah di KUA pada hari kerja dan jam kerja tidak dipungut biaya sama sekali. Fasilitas yang disediakan pun cukup untuk akad, mulai dari balai nikah, meja, hingga kursi untuk tamu.

"Tidak ada dipungut biaya kalau di hari dan jam kerja, itu tidak ada biaya. Sewa tempat pun nggak ada gitu. Jadi full gratis," ujar Hamid.

Meski demikian, pasangan tetap harus mendaftar lebih dulu. "Oh kalau pendaftaran kan kita 10 hari kerja, jadi H-10 sebelum akad itu calon manten sudah berikan berkas. Ya kalau lewat dari itu menyiapkan surat lagi, dispensasi dari kelurahan atau surat pernyataan kenapa melangsungkan pernikahan di bawah 10 hari gitu," katanya.

(wur/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |