Jakarta, CNBC Indonesi - Belakangan ini, lagu My Little Bolu Ketan atau Mas Bahlil Ganteng atau yang sering disingkat menjadi MBG, menjadi sangat populer dan banyak beredar di berbagai layanan musik digital. Lagu dengan lirik yang mudah diingat dan irama yang ceria ini sempat menjadi tren di media sosial, hingga memicu rasa penasaran publik apakah lagu ini diciptakan oleh musisi manusia, atau merupakan hasil karya kecerdasan buatan (AI)?
Pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan. Seiring meledaknya penggunaan teknologi AI, jumlah lagu buatan mesin yang diunggah ke platform musik terus meningkat drastis. Data terbaru dari layanan musik Deezer menunjukkan bahwa sebanyak 44 persen dari seluruh lagu baru yang masuk ke sistem mereka adalah karya AI. Angka ini setara dengan sekitar 75.000 lagu buatan AI setiap harinya, atau lebih dari 2 juta lagu dalam sebulan.
Fenomena ini memunculkan berbagai kecemasan, mulai dari pelanggaran hak cipta, hingga potensi kecurangan menggunakan mesin untuk memanen streaming.
Deezer kini meluncurkan alat pendeteksi musik AI yang bisa diakses siapa saja secara gratis. Alat ini mampu memindai daftar putar dari 27 bahasa berbeda dan mendukung 20 platform populer, termasuk Spotify, Apple Music, SoundCloud, hingga YouTube Music.
Lewat fitur ini, pengguna kini bisa mengecek apakah lagu seperti Mas Bahlil Ganteng atau lagu lain yang ada di daftar putar mereka merupakan hasil buatan AI atau karya asli manusia.
JVC headphones are pictured during the preview day of the IFA trade show for consumer electronics and home appliances, in Berlin, Germany August 30, 2018. REUTERS/Christian Mang Foto: (REUTERS/Christian Mang)
Cara Menggunakan Alat Pendeteksi Musik AI Deezer
Cara mengeceknya sangat mudah dan bisa dilakukan dalam beberapa langkah saja:
- Buka situs resmi alat pendeteksi musik AI milik Deezer.
- Pilih layanan musik digunakan (misalnya Spotify atau YouTube Music).
- Berikan izin akses agar sistem bisa membaca playlist.
- Setelah daftar putar dimuat, sistem akan memindai setiap lagu yang ada di dalamnya.
- Hasil pemindaian akan menampilkan lagu apa saja yang terdeteksi sebagai karya buatan AI kemudian membagikannya.
Berbeda dengan pesaing seperti Apple Music atau Spotify yang hanya memberi label khusus pada lagu buatan AI, Deezer menerapkan kebijakan lebih ketat. Lagu yang terdeteksi sebagai karya AI tidak akan muncul dalam rekomendasi maupun daftar putar kurasi redaksi.
"Selama 1,5 tahun terakhir, Deezer telah memimpin dalam hal transparansi dengan mendeteksi dan memberi tanda pada musik buatan AI. Karena belum ada pihak lain yang mengikuti langkah ini, kami memutuskan agar semua orang bisa mengecek playlist mereka, di mana pun mereka mendengarkan musik," ujar Alexis Lanternier, CEO Deezer.
Perusahaan juga menyatakan sedang mempertimbangkan langkah lebih lanjut, seperti memperbarui aturan penyedia konten hingga penghapusan konten, mengikuti jejak Bandcamp yang telah melarang musik buatan AI sepenuhnya awal tahun ini.
Meski jumlah lagu buatan AI membanjiri platform, data Deezer menunjukkan bahwa tingkat pendengaran publik terhadap lagu-lagu tersebut masih tergolong rendah, hanya sekitar 1% hingga 3% dari total penayangan. Menariknya, sekitar 85% dari penayangan lagu buatan AI tersebut terindikasi sebagai kecurangan, sehingga tidak mendapatkan pembayaran hak cipta dari platform.
Bagi Anda yang penasaran dengan asal-usul lagu viral seperti Mas Bahlil Ganteng, kini tidak perlu lagi menebak-nebak. Cukup gunakan alat pendeteksi ini untuk memastikan apakah lagu tersebut diciptakan oleh bakat manusia atau hasil kerja mesin.
(dem/dem)
Addsource on Google

5 hours ago
5

















































