Daerah Ini Jadi Pusat Pemurnian Mineral Tembaga Terbesar di RI

2 hours ago 2

Mimika, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia memiliki tempat pemurnian dan pemrosesan terintegrasi satu jalur (single line), bahkan terbesar di dunia. Pabrik pemurnian tembaga dan emas 'jumbo' itu berlokasi di Gresik, Jawa Timur.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan pengoperasian fasilitas smelter Manyar di Gresik itu terintegrasi dengan kapasitas pengolahan konsentrat tembaga skala global. Dia memastikan seluruh infrastruktur pengolahan di kawasan tersebut telah memasuki tahap kesiapan operasional.

Ia menyebut keberadaan pusat pemurnian ini akan memperkuat struktur industri nasional melalui penciptaan nilai tambah mineral di dalam negeri.

"Pencapaian ini menjadikan Gresik sebagai pusat pemurnian mineral tembaga terbesar dalam sejarah hilirisasi Indonesia dan ini juga menegaskan komitmen nyata PTFI dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri untuk pertumbuhan industri nasional," katanya dalam sambutan upacara HUT ke-81 RI, di Tembagapura, Papua Tengah, Senin (17/8/2026).

Bersama dengan smelter tembaga pertamanya yang dikelola melalui unit usaha PT Smelting, total kapasitas pemurnian di lokasi tersebut diproyeksikan mampu mengolah hingga 3 juta ton konsentrat tembaga setiap tahunnya.

Kapasitas masif ini berasal dari gabungan operasional smelter baru atau smelter kedua PTFI di Manyar, serta smelter pertama Freeport yang dikelola PT Smelting yang juga berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.

"Demikian juga saat ini smelter PTFI di Gresik telah siap untuk beroperasi kembali dan bersama smelter PT Smelting yang juga kita miliki akan memiliki kapasitas pemurnian 3 juta ton konsentrat tembaga setiap tahun," ujarnya.

Dia menilai keberhasilan operasional perusahaan di sektor hilir sangat bergantung pada kelancaran rantai pasok dari tambang atau sektor hulu di Papua.

Tony menekankan bahwa smelter Manyar dijadwalkan mulai beroperasi dalam satu hingga dua minggu ke depan. Hal ini seiring dengan kegiatan di tambang di Tembagapura, Papua Tengah, yang berangsur pulih, setelah pada awal September 2025 lalu sempat berhenti akibat insiden longsornya tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).

"Terutama apalagi kita sekarang ada di lokasi smelter yang di Gresik juga akan segera mulai beroperasi mungkin dalam satu minggu dua minggu ke depan akan mulai beroperasi dan ini satu rantai pasok ya dari hulu ke hilir," tambahnya di sela acara.

Di samping itu, adanya kendala teknis yang sempat mengganggu operasional di PT Smelting, pihaknya memastikan proses perbaikan akan rampung dalam waktu maksimal dua pekan. Selama masa tersebut, distribusi konsentrat dipastikan tetap berjalan lancar karena dapat langsung dialihkan ke fasilitas smelter baru di Manyar.

"PT Smelting itu mungkin dalam 2 minggu lah. Enggak mempengaruhi produksi karena konsentrat langsung dibawa ke Manyar," pungkasnya.

Tony Wenas membeberkan pada akhir 2026 ini target produksi dari tambang bawah tanah bisa mencapai level 65% dari produksi normal. Saat ini pihaknya terus bekerja keras melakukan modifikasi peralatan guna mempercepat normalisasi operasional di area GBC.

"Ke depannya kapasitas produksi diharapkan dapat meningkat hingga 75% pada semester satu 2027 dan secara bertahap mendekati kapasitas penuh pada akhir tahun 2027," katanya.

Hingga akhir semester kedua tahun 2026 ini, PTFI menargetkan produksi tembaga dapat mencapai 800 juta pon dan produksi emas sebesar 700.000 ons.

Menurutnya, proses pemulihan tambang GBC cukup menantang karena perusahaan harus memindahkan sekitar 800.000 ton material lumpur basah yang menimbun sejumlah infrastruktur dan alat berat di area tambang bawah tanah.

"Tahap pemulihan ini terus kita lakukan, ada beberapa modifikasi alat karena ternyata bijihnya lebih basah daripada yang kita perkirakan sebelumnya. Sehingga peralatan perlu dimodifikasi sedikit tapi sekarang sudah ongoing, semua sesuai target 65% tahun ini," katanya di sela acara.

Meskipun begitu, pihaknya memproyeksikan masih mampu menyetorkan kontribusi keuangan kepada negara sebesar Rp 47 triliun pada tahun ini.

"Dan kalau kita sudah 100% itu kontribusi kepada negara bisa luar biasa besar, lebih dari Rp 100 triliun, mungkin Rp 120 triliun setiap tahunnya. Jadi itulah kira-kira kontribusi Freeport kepada negara," tandasnya.

Sebagai informasi, smelter kedua PTFI ini dibangun sejak Oktober 2021 dan telah resmi memproduksi katoda tembaga perdana pada Senin, 23 September 2024 lalu. Produksi perdana katoda tembaga smelter kedua PT Freeport Indonesia ini diresmikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Proyek smelter dengan desain single line terbesar di dunia ini memiliki kapasitas pengolahan 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan memproduksi sekitar 600.000-700.000 katoda tembaga per tahun.

Bersama dengan smelter pertamanya yang dikelola PT Smelting Gresik, kedua smelter milik PT Freeport Indonesia ini akan memurnikan total 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun, dan menghasilkan 1 juta ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 200 ton perak.

Mengutip laporan PTFI, nilai investasi kumulatif untuk proyek smelter Manyar yang menempati lahan seluas 100 hektare di JIIPE, Gresik, Jatim itu sudah mencapai US$ 3,7 miliar atau Rp 58 triliun.

Smelter ini dilengkapi Unit Refinery, Unit Pemurnian Logam Mulia, Unit Oksigen, Unit Asam Sulfat dan Unit Desalinasi serta Unit Effluent and Wastewater Treatment Plant untuk mendukung pemanfaatan maksimal bahan baku, produk samping maupun limbah agar dapat mencapai high efficiency smelting and refining process.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |