Demo Besar Meletus di China, Warga Ngamuk Gara-Gara Anjing

3 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Warga China ramai-ramai turun ke jalan meluapkan kemarahan gara-gara sebuah video yang tersebar di internet. Video itu memperlihatkan kasus dugaan penganiayaan hewan di kota Chongqing, China barat daya.

Kemarahan warga China membludak di internet selama sepekan terakhir. Hal ini turut memunculkan seruan baru untuk undang-undang perlindungan hewan yang lebih kuat.

Seorang pria berusia 39 tahun bernama Li dituduh menganiaya anjing-anjing yang berada di bawah perawatannya.

Tuduhan muncul setelah video beredar di situs media sosial China, yang diduga menunjukkan seorang pria menyiksa anjing di balkon pada malam hari.

Para sukarelawan kesejahteraan hewan kemudian mendatangi pria tersebut di kompleks apartemennya dan melaporkan menemukan seekor anak anjing yang terluka parah di koridor di luar unitnya.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (10/6) waktu setempat, pihak berwenang setempat mengatakan tiga anak anjing milik Li telah dipindahkan ke rumah sakit hewan dan penampungan hewan untuk perawatan, dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (13/6/2026).

Li kemudian ditahan dan polisi membuka penyelidikan terhadapnya.

Video dan foto yang kemudian dihapus dari platform media sosial China tampaknya menunjukkan konfrontasi antara demonstran dan petugas polisi di luar kompleks perumahan Li di distrik Jiangbei, dengan beberapa demonstran dikawal pergi.

Banyak netizen China kemudian memposting ulang rekaman tersebut di platform media sosial luar negeri seperti Facebook dan Threads di Instagram untuk meningkatkan kesadaran tentang kasus ini.

Tuduhan tersebut telah memicu kemarahan luas secara online maupun di kalangan warga Chongqing.

Menurut laporan dari media berita Hong Kong HK01, ratusan orang berkumpul di distrik Jiangbei Minggu lalu. Banyak yang membawa spanduk yang menuduh Li melakukan kekejaman terhadap hewan dan penipuan adopsi, sementara yang lain menyerukan kepada pihak berwenang untuk memperkenalkan undang-undang perlindungan hewan khusus.

Aktivis hak hewan mengatakan warga setempat menginginkan pihak berwenang untuk menyelamatkan hewan-hewan yang diyakini masih berada di rumah Li dan mencegah terjadinya penipuan adopsi serupa.

Dalam pernyataannya, pihak berwenang setempat mengatakan masalah ini akan ditangani sesuai hukum yang berlaku, berdasarkan hasil penyelidikan. Para pejabat juga mendesak masyarakat untuk melaporkan informasi apa pun yang berkaitan dengan dugaan aktivitas ilegal.

Reaksi publik ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang masalah kesejahteraan hewan di China.

Awal tahun ini, dugaan pencurian dan pembunuhan seekor anjing Border Collie berusia 8 tahun bernama Chutou di provinsi Henan memicu kemarahan luas dan seruan baru untuk hukuman yang lebih berat terhadap pelaku kekerasan terhadap hewan.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |