Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara menguat tipis memperpanjang tren positifnya.
Merujuk Refintiv, harga batu bara ditutup di posisi US$ 117,6 per ton atau menguat 0,09 % pada perdagangan Kamis (5/2/2026).
Penguatan ini memperpanjang tren positifnya setelah menguat 2,09% pada Rabu kemarin.
Harga batu bara menguat tipis karena pelaku pasar kini lebih hati-hati.
Pasar batu bara kokas China berada dalam kondisi tenang dan berhati-hati menjelang periode libur panjang, dengan aktivitas perdagangan yang relatif sepi. Pelaku pasar baik produsen baja, pedagang, maupun pengguna akhir cenderung menahan transaksi besar dan fokus mengelola arus kas serta persediaan menjelang libur.
Tekanan dari sisi stok dinilai terbatas. Persediaan di tambang dan pelabuhan tidak menunjukkan penumpukan signifikan, sementara pabrik baja umumnya telah mengamankan pasokan minimum untuk kebutuhan jangka pendek. Hal ini membantu menahan penurunan harga yang lebih dalam, meskipun permintaan belum menunjukkan pemulihan kuat.
Di sisi permintaan, produksi baja berjalan stabil namun tidak agresif, seiring margin yang masih tertekan dan ketidakpastian prospek pasca-libur. Import coking coal juga cenderung moderat, karena pembeli memilih sikap wait-and-see terhadap arah harga global dan kebijakan industri domestik.
Secara keseluruhan, pasar berada dalam fase keseimbangan rapuh karena tidak ada dorongan kuat untuk kenaikan harga, tetapi juga minim risiko kejatuhan tajam dalam jangka sangat pendek.
Arah pasar setelah libur akan sangat bergantung pada pemulihan permintaan baja, kebijakan sektor properti/infrastruktur, serta dinamika harga impor.
Penurunan harga batu bara domestic terutama dari wilayah tambang utama membuat selisih harga dengan batu bara impor semakin menyempit, bahkan berbalik tidak kompetitif setelah memperhitungkan ongkos angkut laut, kurs, dan biaya logistik pelabuhan.
Akibatnya, utilitas listrik di wilayah pesisir memilih meningkatkan pembelian dari produsen domestik melalui jalur rel dan kontrak jangka pendek, sambil mengurangi spot buying impor dari pemasok tradisional seperti Indonesia dan Australia.
Strategi ini juga dipengaruhi oleh permintaan listrik yang moderat, sehingga utilitas tidak terdorong untuk mengamankan volume impor besar.
Di sisi lain, stok batu bara di pelabuhan relatif memadai, sehingga tidak ada tekanan mendesak untuk impor tambahan. Importir bersikap hati-hati, menunggu apakah harga global akan turun lebih jauh atau apakah permintaan domestik pasca-libur akan meningkat.
Secara keseluruhan, pergeseran ini menandakan melemahnya permintaan batu bara impor China dalam jangka pendek, dengan pasar sangat sensitif terhadap perubahan harga relatif domestik vs impor, biaya logistik, dan prospek konsumsi listrik. Jika harga domestik tetap rendah dan pasokan stabil, impor berpotensi tetap tertekan.
Dari India dilaporkan sedikitnya 18 orang tewas akibat ledakan di sebuah tambang batu bara di negara bagian Meghalaya, India.
"Terjadi ledakan dinamit di tambang batu bara ilegal di wilayah East Jaintia Hills. Peristiwa ini terjadi hari ini sekitar pukul 11.00. Berdasarkan laporan sementara, sekitar 18 orang meninggal dunia akibat ledakan tersebut," ujar Kepala Menteri Meghalaya, Conrad Sangma, kepada wartawan, dikutip dari AP News.
Ia menambahkan, satu orang mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit. Aparat, termasuk kepolisian, saat ini berada di lokasi kejadian.
Pemerintah India telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas kecelakaan tersebut.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan belasungkawa kepada para korban.
"Saya berduka atas musibah di East Jaintia Hills, Meghalaya. Turut berbelasungkawa kepada keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta. Semoga para korban luka segera pulih," ujarnya, seraya mengumumkan pemberian kompensasi kepada keluarga korban meninggal dunia maupun yang terluka.
India adalah konsumen terbesar kedua batu bara di dunia setelah China. Perkembangan di India biasanya berdampak terhadap permintaan batu bara.
(mae/mae)

2 hours ago
3

















































