Harga Emas Membara Lagi Karena Iran, Tapi Alarm Bahaya Menanti

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak kembali menguat meskipun cenderung stabil. Harga emas menguat di tengah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran, hingga investor mulai fokus pada data inflasi AS.

Pada perdagangan Kamis (19/2/2026), harga emas dunia ditutup di posisi US$ 4.998,96 atau menguat 0,40%.

Penguatan ini memperpanjang kenaikan harga emas selama dua hari beruntun. Kenaikan ini mendekatkan emas ke level US$ 5.000

Pada perdagangan hari ini Jumat (20/2/2026) hingga pukul 06.42 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat tipis 0,02% di posisi US$4.994,97 per troy ons.

Harga emas stabil pada perdagangan Kamis karena investor menilai ketegangan AS-Iran, sementara penurunan klaim pengangguran AS menandakan stabilitas pasar tenaga kerja menjelang data inflasi akhir pekan ini. Kendati demikian, ada alarm bahaya ke depan yakni penurunan lebih lanjut.

"Kita sedang mengalami pergerakan naik turun dan bergerak mendatar dengan volatilitas," ujar Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, dikutip dari Reuters.

"Ketegangan dengan Iran mendukung harga emas, dan meskipun prospek yang lebih luas tetap cukup bullish, kita masih bisa melihat penurunan lebih lanjut yang didorong oleh faktor-faktor di luar situasi Iran." imbuhnya.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran bahwa mereka harus mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya atau hal-hal buruk akan terjadi, dan tampaknya menetapkan tenggat waktu 10 hari sebelum AS mungkin mengambil tindakan.

Titik-titik rawan geopolitik dan ekonomi cenderung menguntungkan emas, karena logam kuning ini secara tradisional dipandang sebagai penyimpan nilai yang aman.

Risalah dari pertemuan The Federal Reserve tanggal 27-28 Januari, yang dirilis pada hari Rabu, menunjukkan para pembuat kebijakan terpecah pendapat mengenai jalur kebijakan moneter ke depan, dengan beberapa pihak terbuka untuk menaikkan suku bunga jika inflasi tetap tinggi, sementara yang lain lebih menyukai pemotongan suku bunga jika tekanan harga mereda.

Klaim pengangguran mingguan AS turun menjadi 206.000 pada pekan hingga 14 Februari, jauh di bawah ekspektasi untuk angka 225.000, memperkuat sinyal kekuatan yang ditunjukkan oleh laporan ketenagakerjaan bulanan yang kuat pekan lalu.

Investor kini menantikan rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS pada hari Jumat, indikator inflasi pilihan Fed, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan bank sentral AS.

Pasar saat ini memperkirakan penurunan suku bunga AS pertama tahun ini akan terjadi pada bulan Juni. Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |