Jakarta, CNBC Indonesia - Hyundai Motors Indonesia (HMID) buka suara terkait polemik Hyundai Ioniq 5 milik influencer Aa Juju yang ramai di media sosial. Keluhan tersebut mencakup persoalan teknis kendaraan hingga pengalaman konsumen saat berkomunikasi dengan tenaga sales dan layanan purnajual.
Kasus ini mencuat setelah Aa Juju membagikan pengalamannya menggunakan Ioniq 5 yang dibeli secara tunai. Dalam sejumlah unggahan, ia mengeluhkan mobil yang sempat tidak dapat melakukan pengisian daya cepat atau fast charging, mengalami masalah setelah diparkir paralel dalam waktu lama, hingga kendaraan sempat mati.
Head of Public Relation (PR) PT Hyundai Motors Indonesia Rouli Sijabat menyampaikan permintaan maaf perusahaan atas persoalan yang dialami konsumen tersebut.
"Atas nama Hyundai Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan dan situasi yang dialami oleh pelanggan kami, baik terkait pengalaman penggunaan produk maupun layanan dari tim sales & aftersales kami," kata Rouli kepada CNBC Indonesia, Jumat (21/8/2026).
Persoalan kemudian berkembang ketika keluhan Aa Juju mengenai mobilnya turut berujung pada perdebatan dengan supervisor sales di salah satu dealer Hyundai. Video percakapan keduanya viral dan menuai perhatian publik, terutama terkait kualitas pelayanan kepada konsumen.
Influencer Aa Juju membagikan kisah kendala dari pemakaian Hyundai Ioniq 5 yang ramai di media sosial. (Tangkapan Layar Instagram/makanlurrrr) Foto: Influencer Aa Juju membagikan kisah kendala dari pemakaian Hyundai Ioniq 5 yang ramai di media sosial. (Tangkapan Layar Instagram/makanlurrrr)
Hyundai menyatakan persoalan tersebut kini menjadi perhatian perusahaan. Penanganan tidak hanya berkaitan dengan kondisi kendaraan, tetapi juga pengalaman pelanggan selama berinteraksi dengan jaringan penjualan dan layanan purnajual Hyundai.
"Kami telah menerima masukan tersebut dan saat ini tengah melakukan penanganan serta penelusuran secara menyeluruh untuk memastikan langkah penyelesaian terbaik bagi pelanggan," ujar Rouli.
Di sisi lain, supervisor sales Hyundai yang terlibat dalam perdebatan dengan Aa Juju juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui sikap pelayanan yang ditunjukkannya tidak semestinya dan menyatakan siap bertanggung jawab atas tindakannya.
Kasus ini menjadi sorotan karena persoalan kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan performa kendaraan, tetapi juga pemahaman konsumen dan tenaga penjual mengenai karakteristik serta fitur mobil listrik. Terlebih, Ioniq 5 merupakan salah satu model kendaraan listrik Hyundai yang telah cukup lama dipasarkan di Indonesia.
Hyundai memastikan masukan konsumen menjadi bagian dari proses evaluasi yang sedang berjalan. Perusahaan kini berupaya menelusuri persoalan secara menyeluruh sebelum menentukan penyelesaian untuk kasus tersebut.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

6 hours ago
2

















































