Heboh! Manusia Rp2.600 T Ungkap Proyek 'The Next ChatGPT' Dunia

6 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Nvidia, Jensen Huang, pada Selasa (18/03/2025) menunjuk sebuah proyek kecerdasan buatan (AI) yang tengah naik daun bernama OpenClaw sebagai langkah maju yang besar dalam cara manusia berinteraksi dengan teknologi. Proyek ini dinilai akan mengubah peta persaingan teknologi dunia secara drastis dalam waktu dekat.

Jensen Huang mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan proyek tersebut saat berbicara di sela-sela acara GTC Nvidia di California. Menurutnya, popularitas dan skala proyek ini telah mencetak sejarah baru dalam ekosistem teknologi dunia.

"Ini sekarang merupakan proyek sumber terbuka terbesar, paling populer, dan paling sukses dalam sejarah umat manusia. Ini pastinya adalah ChatGPT berikutnya," tegas Huang kepada Jim Cramer dalam wawancara "Mad Money".

OpenClaw sendiri merupakan platform agen AI otonom sumber terbuka yang kemampuannya melampaui chatbot tradisional pada umumnya. Alih-alih hanya menjawab pertanyaan, agen ini dapat menyelesaikan tugas, membuat keputusan, hingga mengambil tindakan nyata dengan masukan minimal dari pengguna.

Nvidia bergerak cepat untuk membangun momentum di sekitar OpenClaw dengan meluncurkan inovasi terbaru mereka. Pemimpin pasar chip AI tersebut pada Senin mengumumkan NemoClaw, sebuah versi kelas perusahaan dari OpenClaw yang melapiskan tumpukan perangkat lunak dan alat Nvidia di atas platform tersebut.

Langkah ini diambil dengan tujuan utama untuk memastikan bahwa agen AI yang sangat kuat ini dapat beroperasi secara aman. Nvidia ingin teknologi ini tidak hanya canggih, tetapi juga terukur dan siap untuk penggunaan nyata di dunia industri.

Huang mendeskripsikan teknologi ini sebagai pergeseran fundamental yang dapat memperluas apa yang dapat dilakukan individu dengan AI secara drastis. Ia menekankan kemudahan akses bagi siapa saja yang ingin memiliki asisten pribadi berbasis kecerdasan buatan.

"Dalam satu baris kode, Anda dapat membuat agen Anda sendiri. Setelah itu, cukup minta agen tersebut melakukan apa pun yang Anda inginkan," kata Huang.

Ia kemudian mengilustrasikan konsep tersebut dengan contoh dunia nyata, yakni saat seseorang ingin merancang sebuah dapur. Dengan perintah singkat, agen OpenClaw dapat mempelajari gambar, mempelajari alat desain, mengulangi ide, dan meningkatkan hasilnya sendiri secara otonom.

"Mereka akan pergi dan belajar cara mendesain dapur. Ia akan kembali dengan desain dan merenungkan hal itu," ujar Huang saat menjelaskan bagaimana sistem tersebut dapat menyempurnakan pekerjaannya sendiri.

Implikasi yang lebih luas dari teknologi ini adalah pertumbuhan keahlian individu di berbagai sektor pekerjaan. Huang percaya bahwa batasan antara profesi teknis dan desain akan semakin menipis berkat bantuan agen otonom ini.

"Setiap tukang kayu sekarang bisa menjadi arsitek. Setiap tukang ledeng akan menjadi arsitek. Kami akan meningkatkan kemampuan semua orang," tutur pria kelahiran Taiwan tersebut.

Meski demikian, kebangkitan pesat agen AI otonom seperti OpenClaw juga menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan, privasi, dan kendali. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat sistem tersebut memiliki kemampuan untuk bertindak secara mandiri tanpa pengawasan melekat.

Di sinilah Nvidia melihat peran pentingnya dalam menjaga ekosistem teknologi tetap stabil. Melalui NemoClaw, perusahaan sedang membangun pagar pembatas, termasuk perlindungan privasi, alat pengawasan, dan keamanan tingkat perusahaan.

(tps)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |