IHSG Meroket 2,53%, Purbaya: Saya Tak Kendalikan Harga Saham

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu tumbuh kencang hari ini, Selasa (3/2/2026), setelah ambruk pada pekan lalu. Indeks ditutup naik 2,53% ke level 8.122.

Di tengah kembali meroketnya IHSG, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak lagi melontarkan candaan to the moon untuk menggambarkan kondisi peningkatan IHSG.

Saat ditanya soal kondisi IHSG yang pulih oleh wartawan, Purbaya kini lebih memilih menjawab bahkan ia akan fokus membenahi fundamental ekonomi Indonesia untuk menjaga pertumbuhan pasar saham RI.

"Yang penting saya tidak mengendalikan harga saham, tapi saya memastikan ekonominya bergerak lebih cepat," kata Purbaya saat ditemui di kawasan Shangri La Hotel, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Purbaya berpendapat, bila pemerintah terus mampu menjaga iklim ekonomi tetap kondusif sambil memastikan laju pertumbuhannya makin kencang tentu akan mempengaruhi pergerakan angka indeks. Ia menargetkan ekonomi 2026 tumbuh 6%.

"Kalau ekonominya bergerak lebih cepat, perusahaan-perusahaan yang listed di bursa tentunya makin naik, otomatis harganya akan naik, investor juga akan masuk ke sini ketika melihat pertumbuhan ekonominya bagus," tutur Purbaya.

"Jadi yang menentukan adalah fondasi ekonomi pada akhirnya," tegasnya.

Selain itu, Purbaya menekankan, otoritas bursa juga tentu harus mengerjakan pekerjaan rumahnya untuk membersihkan penggoreng saham. Sebab, itu juga mempengaruhi sentimen.

"Kan saya sudah bilang bersihkan pasar dari penggoreng saham, karena nanti investor kecil kasihan kalau masuk salah beli saham yang gorengan, itu aja. Itu memang harus dikerjain sebelum-sebelumnya," ucap Purbaya.

Ia pun menegaskan, bila saham-saham gorengan tak mampu cepat dibereskan, tentu kondisi serupa seperti pekan lalu saat IHSG ambruk bisa saja terjadi kembali.

Padahal, ia mengingatkan, fundamental ekonomi Indonesia pada Januari 2026 sangat bagus, seperti setoran pajak yang tumbuh 30% dibanding periode yang sama tahun lalu, dan Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur ke level 52.

"52,3 kan, sebelumnya 51 terus. Jadi memang ekonominya akan membaik," tutur Purbaya.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |