Jangan Timbun Uang di Rekening Bank, Maksimal Segini Menurut Pakar

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Menyimpan uang tunai di rekening tabungan bank hingga saat ini masih menjadi pilihan utama masyarakat. Selain karena faktor likuiditas yang tinggi, dana yang mudah diakses ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas keuangan harian, terutama di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Kendati demikian, menaruh terlalu banyak dana di satu tempat menyimpan sejumlah risiko tersendiri, mulai dari ancaman kejahatan siber, potensi kesalahan transaksi, hingga nilai uang yang tergerus oleh laju inflasi jika dibiarkan mengendap dalam jangka panjang tanpa diversifikasi ke instrumen lain.

Lantas, berapa batasan nominal atau porsi ideal yang aman untuk disimpan di dalam rekening bank?

Sejumlah perencana keuangan umumnya menyarankan agar dana tunai yang mengendap di rekening cukup untuk membiayai kebutuhan hidup atau menutupi rutinitas tagihan selama satu bulan penuh.

"Rekening tabungan sering kali tidak memiliki perlindungan seperti kartu kredit," yang berarti bahwa "dana bisa lebih sulit untuk dikembalikan" jika rekening Anda dibobol, ungkap Jessica Goedtel, seorang perencana keuangan bersertifikat di Pennsylvania, AS, dikutip dari CNBC Make It.

Simpan di Instrumen yang Lebih Produktif

Oleh karena itu, menimbun uang tunai dalam jumlah jumbo di rekening transaksi harian dinilai bukan langkah finansial yang bijak. Menurut Gregory Guenther, seorang perencana keuangan lainnya, idealnya seseorang cukup menyimpen dana untuk kebutuhan satu hingga dua minggu saja di rekening utama, sementara sisa kekayaannya dialokasikan ke instrumen investasi yang lebih produktif.

"Jika saldo terlalu sedikit, Anda akan merasa cemas tentang setiap transaksi; tapi jika terlalu banyak, Anda akan kehilangan potensi pertumbuhan kekayaan dari akun dengan imbal hasil yang lebih tinggi. Titik keseimbangannya bersifat sangat personal, namun idealnya membuat Anda bisa hidup nyaman tanpa harus repot memeriksa ulang saldo sebelum membeli kebutuhan sehari-hari," tegas Gregory.

Jangan Campurkan dengan Tabungan Darurat

Perlu dicatat, alokasi dana operasional yang mengendap di rekening harian ini berbeda prinsip dengan pos dana darurat.

Tabungan darurat dirancang khusus untuk mengantisipasi pengeluaran besar yang bersifat mendadak dan tak terduga, seperti tagihan medis darurat atau risiko pemutusan hubungan kerja (PHK).

Para perencana keuangan menyarankan agar pos dana darurat disisihkan dalam kisaran setara tiga hingga enam bulan pengeluaran rutin. Tempat penyimpanannya pun harus dipisahkan pada instrumen terpisah yang tetap likuid, seperti rekening tabungan berbunga tinggi, agar uang selalu siap sedia saat dibutuhkan tanpa mengorbankan keamanan finansial jangka panjang.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |