Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang upacara 17 Agustus di Istana Merdeka, Jakarta, Bendera Pusaka Merah Putih tiba-tiba hilang. Panitia pun panik karena bendera yang seharusnya dikibarkan dalam upacara kemerdekaan itu tak kunjung ditemukan.
Ini terjadi sekitar 60 jam sebelum upacara 17 Agustus 1967 dimulai. Padahal, persiapan telah dilakukan berhari-hari dan tidak boleh ada kesalahan dalam momen penting tersebut.
Momen ini diceritakan langsung Menteri/Panglima Angkatan Darat Maraden Panggabean dalam autobiografinya Berjuang dan Mengabdi (1993). Maraden menceritakan bagaimana dirinya meminta seluruh staf istana memeriksa laci dan lemari untuk mencari Bendera Pusaka.
Namun, pencarian itu tidak membuahkan hasil. Bendera Pusaka tetap tak ditemukan.
Bendera yang hilang tersebut bukanlah bendera biasa karena itulah yang dijahit langsung oleh Ibu Negara Fatmawati pada 1945 dan hanya dikibarkan setahun sekali, yakni setiap peringatan 17 Agustus.
Hilangnya bendera menjelang perayaan kemerdekaan ke-22 pun menjadi persoalan serius. Awalnya, kabar tersebut berusaha ditutupi. Namun, informasi itu akhirnya bocor ke awak media dan membuat publik heboh.
Pandangan kemudian tertuju kepada Presiden pertama RI Soekarno. Sebab, sebelum kekuasaan beralih kepada Soeharto, Istana Merdeka merupakan tempat tinggal Soekarno bersama keluarganya.
Menurut harian Warta Berita (11 Agustus 1967), Soekarno telah mengosongkan Istana Merdeka setelah peralihan kekuasaan.
"Istana Merdeka, yang selama ini menjadi tempat tinggal Soekarno waktu menjabat Presiden RI hingga beberapa waktu akhir ini bersama keluarganya, dewasa ini sudah dikosongkan," tulis Warta Berita.
Saat meninggalkan istana, Soekarno membawa sejumlah barang pribadi. Muncul dugaan Bendera Pusaka ikut terbawa. Maraden Panggabean kemudian bergegas menemui Soekarno yang telah tinggal di Wisma Yaso, Bogor. Dugaan tersebut ternyata benar. Soekarno menyimpan Bendera Pusaka.
Namun, Soekarno tidak langsung menyerahkannya. Dia justru mengkhawatirkan keselamatan bendera tersebut.
"Apa TNI AD sanggup menyelamatkannya?" tanya Soekarno.
Maraden meyakinkan pemerintah siap menjaga Bendera Pusaka, tapi Soekarno bersikeras. Dia hanya akan menyerahkan bendera jika tempat tinggalnya dipindahkan ke Jakarta dan bendera disimpan di tempat yang dia kehendaki.
Maraden kemudian melaporkan persoalan tersebut kepada Penjabat Presiden Soeharto. Sementara waktu terus berjalan dan kepastian mengenai nasib Bendera Pusaka belum didapatkan.
"Sampai saat ini, masalah bendera pusaka masih tetap menjadi tanda tanya. Apakah akan dapat dikibarkan atau tidak," ungkap Warta Berita (15 Agustus 1967).
Soeharto pun menyikapi persoalan tersebut dengan serius. Dia mengirim utusan untuk menemui Soekarno. Menurut Rachmawati Soekarnoputri dalam memoarnya Bapakku Ibuku, Dua Manusia yang Kucintai dan Kukagumi (1985), utusan tersebut adalah Maraden Panggabean bersama Panglima ABRI serta panglima dari matra laut dan udara.
Pemerintah sebenarnya telah menyiapkan opsi cadangan jika Bendera Pusaka tidak berhasil diperoleh. Panitia akan mengibarkan bendera Merah Putih biasa.
Beruntung, para utusan berhasil meyakinkan Soekarno untuk menyerahkan Bendera Pusaka. Namun, sebelumnya Soekarno mengajak rombongan menuju lokasi penyimpanan yang dia kehendaki, yakni ruang bawah tanah Monumen Nasional.
Akhirnya, pada 16 Agustus 1967 pukul 16.00, kurang dari 24 jam sebelum upacara dimulai, Bendera Pusaka diserahkan kepada pemerintah.
"Bendera pusaka yang dalam hari-hari belakangan ini telah menimbulkan heboh, Selasa sore jam 16.00 telah diserahkan oleh bekas Presiden Soekarno ke pemerintah dan dengan demikian dapat dikibarkan pada hari kemerdekaan nanti," tulis Warta Berita edisi 16 Agustus 1967.
Dengan demikian, pada 17 Agustus Bendera Pusaka jahitan Fatmawati kembali berkibar di langit Jakarta. Upacara perdana Soeharto sebagai Penjabat Presiden pun berjalan lancar.
Namun, pengibaran tersebut ternyata menjadi yang terakhir bagi Bendera Pusaka asli. Sejak 1968, pemerintah memutuskan menyimpan Bendera Pusaka secara permanen di Monas. Setelah itu, setiap perayaan kemerdekaan menggunakan bendera Merah Putih replika.
(mfa/dce)

3 hours ago
2

















































