Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) dalam Survei Penjualan Eceran pada Juni 2026, memperkirakan tekanan inflasi pada September akan mereda
BI mencatat Indeks Ekspektasi Harga (IEH) pada September 2026 sebesar 155,2, lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada Agustus 2026 sebesar 178,0.
Perkiraan harga eceran yang turun pada September sejalan dengan perkiraan penjualan eceran pada September 2026 menurun tercermin dari IEP September yang mengalami penurunan menjadi 148,3, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar 159,8.
"Responden menginformasikan bahwa penurunan pada IEP September 2026 dipengaruhi oleh normalisasi pasca kegiatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI)," tulis survei tersebut.
Di sisi lain, IEH Desember 2026 diprakirakan sebesar 168,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH November 2026 sebesar 167,5 sejalan dengan adanya periode libur Natal dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Sementara itu, hasil Survei Penjualan Eceran menunjukkan bahwa Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat sebesar 225,0. Kinerja tersebut ditopang oleh tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada kelompok suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, dan barang lainnya.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Juni 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,7% (mtm), lebih baik dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang tercatat turun sebesar -1,5% (mtm).
"Perkembangan tersebut sejalan dengan terjaganya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah," tulis BI.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3

















































