Jakarta, CNBC Indonesia - Permintaan lahan kawasan industri di wilayah Jabodetabek mengalami kenaikan setelah Pandemi Covid-19. Aktivitas ekspansi industri kembali meningkat, terutama dari sektor manufaktur dan industri kendaraan listrik.
Data terbaru dari Knight Frank Indonesia mencatat total pasokan kawasan industri di wilayah metropolitan tersebut kini mendekati 16.000 hektare yang tersebar di berbagai koridor industri utama.
"Untuk industrial estate Greater Jakarta (Jaboderabek dan sekitarnya) kami tidak hanya melihat Jakarta, tetapi mulai dari koridor barat seperti Cilegon, Serang, Tangerang hingga koridor timur Bekasi, Cikarang, Karawang dan sebagian Purwakarta," kata Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat Kamis (26/2/2026).
Pasar kawasan industri di wilayah tersebut tetap menunjukkan permintaan yang kuat bahkan sejak masa pandemi.
"Saat ini total pasokan kawasan industri hampir mencapai 16.000 hektare dan kami melihat penjualan lahan relatif positif serta tetap kuat sejak pandemi hingga saat ini. Permintaan kawasan industri tumbuh sekitar 2,3% secara year on year," kata Syarifah.
Performa kawasan industri kini tidak lagi terpusat hanya di wilayah tertentu, baik koridor barat maupun timur menunjukkan daya tarik yang sama bagi investor industri. Selain kawasan industri yang sudah lama berkembang seperti Bekasi dan Karawang, wilayah lain juga mulai menarik perhatian investor.
"Pada semester kedua 2025 kami melihat bahwa tidak hanya Karawang dan Bekasi, tetapi Cilegon dan Serang juga menjadi lokasi yang menonjol untuk kawasan industri," jelasnya.
Dari sisi penjualan lahan, tingkat serapan kawasan industri di Greater Jakarta juga menunjukkan tren yang meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Knight Frank mencatat tingkat penjualan lahan kawasan industri sudah mencapai sekitar dua pertiga dari total pasokan.
"Take-up rate kawasan industri pada 2025 terlihat meningkat dengan tingkat penjualan sekitar 64% dari total hampir 16.000 hektare lahan industrial estate di Greater Jakarta," ujar Syarifah.
Ia juga mengungkapkan, sektor otomotif, terutama industri kendaraan listrik dan manufaktur terkait, menjadi penyerap lahan terbesar sepanjang tahun lalu.
"Sepanjang 2025 kami melihat sektor EV atau electric vehicle dan industri manufaktur menjadi penyerap lahan terbesar di kawasan industri Greater Jakarta," kata Syarifah.
(dce)
Addsource on Google

9 hours ago
7

















































