Review Sepekan
Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
12 July 2026 12:15
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak kelapa sawit mengalami kinerja mingguan positif pertama usai dua pekan beruntun melemah. Berdasarkan data Reifinitiv pada perdagangan Jumat (10/7/2026), harga minyak kelapa sawit (CPO) acuan Malaysia ambles 1,76% menjadi RM4.476 per ton. Walaupun demikian, secara mingguan masih positif 0,4%.
Kinerja positif minyak kelapa sawit selama sepekan didorong oleh kenaikan permintaan. Ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-10 Juli naik 5,1% menjadi 396.261 ton dari 376.971 ton yang dikirim selama periode 1-10 Juni, menurut perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia pada hari Jumat.
Di sisi lain, kabar baik datang dari Indonesia yang akan menambah permintaan CPO ke depan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja meresmikan program mandatori biodiesel 50% atau B50 yang dicampurkan ke bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Program itu sendiri bisa menghentikan impor solar sekaligus menjadi langkah untuk peningkatan bauran energi nabati yang lebih tinggi di masa depan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan setelah B50 diimplementasikan, Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan instruksi baru untuk mulai menjajaki penerapan biodiesel 60% atau B60. Atas tugas baru itu, Bahlil menegaskan pihaknya segera melakukan riset mendalam guna memastikan kesiapan teknis dan ketahanan mesin sebelum bauran energi tersebut ditingkatkan kembali.
"Arahan Bapak Presiden tadi kepada kami agar segera mempertimbangkan dan menjajaki, mempelajari lewat riset yang baik untuk bisa kita tingkatkan ke B60. Ini harus kita lakukan dan ini ada upaya sebagai start awal," di sela acara Peresmian Peluncuran Mandatori B50, di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, dikutip Minggu (12/7/2026).
Mandat Indonesia untuk meningkatkan campuran biodiesel berbasis minyak sawit menjadi 50% dari 40% akan meningkatkan penggunaan minyak sawit mentah menjadi antara 16,3 juta dan 17 juta metrik ton dari 15,2 juta ton. Meskipun demikian ada kekhawatiran terhadap banjir pasokan sawit yang menahan laju harga pekan ini.
Penurunan harga yang dalam pada sesi perdagangan Jumat disebabkan oleh kekhawatiran atas meningkatnya tingkat stok di Malaysia, menurut David Ng, seorang pedagang di Iceberg X yang berbasis di Kuala Lumpur.
Stok minyak sawit Malaysia meningkat 4,78% atau 116.123 ton, menjadi 2,54 juta ton pada Juni 2026 dari 2,43 juta ton pada bulan sebelumnya, menurut Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB).
MPOB menyatakan bahwa stok minyak sawit mentah (CPO) meningkat 3,75% atau 48.153 ton, menjadi 1,33 juta ton pada Juni 2026 dari 1,28 juta ton pada Mei 2026. "Stok minyak sawit olahan melonjak 5,94% menjadi 1,21 juta ton dari 1,14 juta ton," demikian disebutkan dalam laporan kinerja industri bulan Juni.
Terkait produksi, MPOB mengatakan produksi CPO meningkat 8,08% atau 122.450 ton, menjadi 1,64 juta ton dari 1,52 juta ton pada bulan sebelumnya, sementara produksi inti sawit juga naik 8,16% secara bulanan menjadi 381.480 ton dari 352.697 ton.
Produksi minyak inti sawit mentah turun 0,46% menjadi 174.071 ton dari 174.871 ton pada Mei, sementara produksi bungkil inti sawit naik 1,12 persen menjadi 195.534 ton dari 193.362 ton.
(ras/wur)
Addsource on Google

3 hours ago
1

















































