Komitmen Jaga Lingkungan, Polytama Raih PROPER Peringkat Emas dari KLH

9 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Polytama Propindo meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan peringkat Emas. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Adapun penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (BPLH)/Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq dalam agenda Anugerah Lingkungan PROPER di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Hanif menjelaskan tahun ini, penghargaan PROPER dilakukan sebagai mandat Undang-undang Nomor 70 tahun 2024. Pada tahun mendatang penilaian ini menjadi bentuk kewajiban ke negara dalam pengawasan ke seluruh unit saha di tanah air.

"Paling tidak ada 74 ribu unit dunia usaha yang mempunyai dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Ini kewajiban untuk kita awasi rutin enam bulanan," ungkap dia.

Dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan, Polytama Propindo menerapkan inovasi Program Optimalisasi Rate Extruder (OPERATE) PCR 2. Inovasi ini mampu menurunkan konsumsi energi listrik sebesar 6.622,56 Giga Joule pada 2024.

Selain itu, Polytama Propindo memanfaatkan RDF (Refused Derive Fuel) sebagai bahan bakar alternatif pada sistem co-firing boiler batubara dalam upaya menuju karbon netral. Inovasi ini dapat menurunkan beban emisi yang dibuang ke lingkungan sebesar 68 ton CO2e

Inovasi lainnya adalah Fines Removal Pelletizing Control Room (PCR) 2 di unit Pelletizing dan Granular yang mampu mengefisiensikan penggunaan air pada tahun 2024 sebesar 2.635 m³.

Sebagai informasi, penghargaan PROPER rutin digelar sebagai upaya untuk meningkatkan ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup. Penghargaan tersebut diberikan dengan menggunakan sejumlah parameter. PROPER merupakan program pengungkapan publik untuk penilaian lingkungan hidup.

Program ini merupakan komplementer atau pelengkap yang dapat bersinergi dengan instrumen penaatan lainnya. Dengan adanya program tersebut, upaya peningkatan kualitas lingkungan dapat dilaksanakan dengan lebih efisien dan efektif.

Adapun kriteria penilaian PROPER terbagi menjadi dua kategori yakni ketaatan dan kriteria penilaian lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance).

Kriteria ketaatan didasarkan pada upaya perusahaan dalam memenuhi beberapa hal, antara lain pengendalian pencemaran air, pemeliharaan sumber air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya), pengelolaan limbah non B3, pengelolaan B3, pengendalian kerusakan lahan, dan pengelolaan sampah. Sedangkan kriteria beyond compliance lebih bersifat dinamis karena disesuaikan dengan perkembangan teknologi, penerapan praktik-praktik pengelolaan lingkungan terbaik dan isu-isu lingkungan yang bersifat global.

Beberapa poin dalam penilaian beyond compliance meliputi penerapan sistem manajemen lingkungan, upaya efisiensi energi, upaya efisiensi energi, upaya penurunan emisi, implementasi reduce, reuse dan recycle limbah B3, konservasi air dan penurunan beban pencemaran air limbah, perlindungan keanekaragaman hayati, serta program pengembangan masyarakat.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |