Jakarta, CNBC Indonesia - Penembakan massal terjadi di sekolah menegah di negara tetangga RI, Thailand, Rabu sore waktu setempat. Sekelompok pria bersenjata dilaporkan menyerbu sekolah Patong Prathan Khiriwat di Hat Yai, Songkhla, selatan negeri itu, dan menyandera guru serta siswa.
Laman NationThailand Kamis (12/2/2026) melaporkan bagaimana seorang guru tertembak. AFP menyebut korban merupakan seorang wanita yang diidentifikasi sebagai kepala sekolah tempat itu.
Perlu diketahui, Thailand memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di kawasan ASEAN, dengan sekitar 10 juta senjata api diperkirakan beredar atau satu untuk setiap tujuh penduduk. Janji-janji pemerintah di masa lalu untuk memperketat undang-undang senjata api belum mencegah tragedi berulang.
Pada tahun 2022, seorang mantan polisi bersenjata pistol dan pisau menyerbu sebuah tempat penitipan anak di utara negara itu dan membunuh 24 anak serta 12 orang dewasa. Kejadian itu menjadi salah satu pembantaian massal paling mematikan di Thailand.
Foto: Sejumlah polisi bersenjata mengevakuasi pelajar saat pria bersenjata menyandera sejumlah siswa dan guru di Songkhla, Thailand selatan, 11 Februari 2026. (Reuters)
Sejumlah polisi bersenjata mengevakuasi pelajar saat pria bersenjata menyandera sejumlah siswa dan guru di Songkhla, Thailand selatan, 11 Februari 2026. (Reuters)
Foto: REUTERS/ROYLEE SURIYAWORAKUL
Seorang gadis dievakuasi dari Sekolah Patongprathankiriwat, tempat dia bersembunyi selama insiden di mana seorang pria bersenjata memasuki sekolah dan menyandera sejumlah siswa dan guru yang tidak diketahui jumlahnya, di Songkhla, Thailand selatan, 11 Februari 2026. REUTERS/Roylee Suriyaworakul
Lalu bagaimana kronologi penembakan massal terbaru ini?
Kejadian dilaporkan berlangsung Rabu sore sekitar pukul 16.59. Pria bersenjata menyerbu sekolah tersebut dan melepaskan tembakan.
Yayasan Mae Taptim Yala, yang menaungi sekolah mengatakan, banyak siswa ketakutan terjebak di dalam gedung. Polisi Hat Yai kemudian membentuk tim pasukan khusus untuk mengepung sekolah dalam upaya untuk mengendalikan situasi.
Polisi mengatakan mereka berkoordinasi dengan kepala distrik setempat untuk bernegosiasi dengan para pelaku bersenjata. Tim penyelamat juga dikirim untuk mengevakuasi siswa dan orang lain dari sekolah sebanyak mungkin.
Selang berapa lama, polisi kemudian memasuki sekolah. Kala itu, seorang pria ditembak dan kemudian ditangkap. Ia diyakini berusia 18 tahun. Belum diketahui dengan jelas berapa total jumlah pelaku.
"Kepala sekolah meninggal dunia sekitar pukul 03.00 (Kamis) di rumah sakit Hat Yai setelah menjalani operasi," kata seorang petugas menyebut korban jiwa.
"Pelaku penembakan juga berada di rumah sakit ini untuk perawatan," tambah polisi tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim.
Dalam unggahan sekolah, manajemen telah menyampaikan "belasungkawa terdalam". Sang kepala sekolah diketahui bernama Sasiphat Sinsamosorn dalam sebuah unggahan Facebook.
"Meskipun kami telah kehilangannya, kenangan dan kebaikan yang ditinggalkannya akan selamanya tetap di hati kami," demikian bunyi unggahan tersebut.
Sementara itu, seorang gadis berusia 14 tahun juga dirawat di rumah sakit karena luka tembak dan menjalani operasi setelah penembakan tersebut. Anak lainnya, belum diketahui jelas usianya, menderita cedera pergelangan kaki setelah jatuh dari ketinggian saat penyerangan terjadi.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
1

















































