Jakarta, CNBC Indonesia — PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga semester I tahun 2026 mencapai US$309,4 juta atau Rp5,49 triliun (asumsi kurs Rp17.740). Capaian tersebut meningkat sebesar 76,84% dibandingkan pada semester I-2025 yang sebesar US$174,9 juta.
Mengutip laporan keuangannya yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ADRO mencatat pendapatan usaha per Juni 2026 mencapai US$ 999,2 juta, atau naik 16,50% dibandingkan semester I-2025 sebesar US$857,6 juta. Di sisi lain, beban pokok pendapatan hanya meningkat 0,55%, dari US$573,4 juta menjadi US$576,5 juta.
Dengan pertumbuhan pendapatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan beban pokok, laba bruto Alamtri Resources Indonesia meningkat 48,69% menjadi US$422,6 juta, dari sebelumnya US$284,2 juta.
Perseroan juga berhasil menekan beban usaha. Beban usaha tercatat sebesar US$58,3 juta, dibandingkan US$60,3 juta pada semester I-2025, atau turun 3,31%.
Sementara itu, pendapatan lain-lain bersih berbalik positif menjadi sebesar US$17,4 juta, dari sebelumnya tercatat sebagai beban bersih sebesar US$20,6 juta.
Sehingga, laba usaha Alamtri Resources Indonesia melonjak 87,76% menjadi US$381,7 juta pada semester I-2026, dibandingkan US$203,3 juta l pada semester I-2025.
Namun, dari sisi pendapatan keuangan, perseroan mencatat penurunan. Penghasilan keuangan turun 48,47% menjadi US$30,4 juta, dari sebelumnya US$59,06 juta. Sebaliknya, biaya keuangan meningkat tajam 206,62%, dari US$9,7 juta menjadi US$29,7 juta.
Selain itu, kontribusi dari bagian atas keuntungan bersih ventura bersama juga berbalik positif. Pada semester I-2026, perseroan mencatat keuntungan sebesar US$33,5 juta, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya tercatat kerugian sebesar US$3,8 juta.
Secara keseluruhan, laba sebelum pajak penghasilan mencapai US$415,9 juta, tumbuh 67,18% dibandingkan US$248,8 juta pada semester I-2025. Beban pajak penghasilan meningkat 61,08%, dari US$53,8 juta menjadi US$86,8 juta. Setelah memperhitungkan pajak, laba periode berjalan tetap tumbuh signifikan sebesar 68,87%, menjadi US$329,1 juta dari US$194,9 juta.
Dari neraca, total aset Alamtri Resources Indonesia per 30 Juni 2026 mencapai US$7,8 miliar, meningkat 14,49% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar US$6,8 miliar.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

4 hours ago
6

















































