Jakarta, CNBC Indonesia - Madu Uray (PT. Rejeki Tujuh Alam) menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperluas dampak sosial yang nyata.
Tahun ini, perusahaan kembali menjalankan program tahunan "Ramadan Berbagi 30.000 Honey Stick" dengan mendistribusikan 30.000 madu stick kepada anak-anak yatim dan dhuafa di beberapa wilayah Indonesia.
Salah satu momentum simbolis program ini berlangsung di Masjid Al-Ikhlas PIK 2, masjid pertama yang berdiri di kawasan PIK 2 dan baru saja diresmikan. Dalam kegiatan tersebut, tim Madu Uray turut berbuka puasa bersama serta membagikan honey stick kepada sekitar 500 anak yatim yang hadir.
Marketing Director Madu Uray, Patricia menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi brand jangka panjang yang mengintegrasikan pertumbuhan bisnis dengan kontribusi sosial berkelanjutan.
"Kami ingin menjadi brand yang tidak hanya bertumbuh melalui penjualan, tetapi juga bertumbuh bersama dampak positif yang bisa kami berikan secara sosial. Target kami bukan sekadar angka distribusi, melainkan bagaimana setiap tahunnya dampak yang kami hadirkan bisa semakin besar," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/5/2026).
Program Ramadhan Berbagi 30.000 Honey Stick bukanlah satu acara tunggal. Kegiatan di Masjid Al-Ikhlas PIK 2 merupakan simbolisasi dari rangkaian distribusi yang berlangsung sepanjang bulan Ramadan.
Tim Madu Uray secara langsung melakukan kurasi dan kunjungan ke berbagai panti asuhan serta komunitas anak yatim untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. Seluruh proses distribusi dilakukan langsung oleh tim internal guna menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Program ini pertama kali dimulai pada tahun 2017 dan kini telah memasuki tahun ke-9 pelaksanaannya. Setiap tahun, jumlah panti asuhan yang menerima manfaat terus bertambah seiring dengan pertumbuhan perusahaan.
Produk honey stick dipilih karena menjadi salah satu produk favorit anak-anak. Dengan kemasan stick yang praktis, madu dapat langsung dikonsumsi atau dicampurkan ke dalam air hangat.
Selain mudah dibawa dan higienis, madu dikenal sebagai sumber energi alami yang cocok dikonsumsi saat sahur maupun berbuka puasa. Tagline "berbuka dengan yang manis" pun semakin relevan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pilihan konsumsi yang lebih sehat.
"Semoga madu bisa menjadi pilihan keluarga Indonesia untuk berbuka puasa, terutama bagi mereka yang semakin melek kesehatan," tambah Patricia.
Strategi Brand Purpose-Driven di Momentum Ramadan
Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap brand yang memiliki nilai dan tanggung jawab sosial, program ini menjadi bagian dari positioning Madu Uray sebagai purpose-driven brand. Distribusi 30.000 honey stick dirancang sebagai dampak sosial yang terukur dan terencana, bukan sekadar simbolik.
Madu Uray menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis di bulan Ramadan berjalan seiring dengan perluasan dampak sosial. Tantangan terbesar dalam program berskala nasional ini adalah memastikan seluruh distribusi tepat sasaran.
Untuk itu, Madu Uray memilih model distribusi langsung oleh tim internal, bekerja sama dengan pengelola panti dan komunitas lokal.
Kegiatan di Masjid Al-Ikhlas PIK 2 hanyalah satu dari serangkaian agenda distribusi sepanjang bulan suci ini. Madu Uray akan terus mengunjungi berbagai panti asuhan dan komunitas sosial hingga target 30.000 honey stick tersalurkan secara menyeluruh.
Ke depan, perusahaan berharap jumlah penerima manfaat dapat terus bertambah dari tahun ke tahun, seiring dengan pertumbuhan brand.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

8 hours ago
7

















































