Mengungkap Mesin Uang Houthi, Modal Gempur Arab Saudi

8 hours ago 11

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

22 September 2026 20:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok Houthi Yaman mengeklaim telah menyerang sejumlah situs sensitif di Riyadh, Arab Saudi, menggunakan rudal dan pesawat tanpa awak atau drone pada Sabtu.

Rekaman yang beredar memperlihatkan asap hitam membubung di sekitar Bandara Internasional Raja Khalid. Houthi turut mengeklaim menyerang fasilitas minyak Saudi Aramco di Yanbu, salah satu pusat ekspor minyak utama Arab Saudi di pesisir Laut Merah.

Koalisi militer pimpinan Saudi menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil menghancurkan rudal yang diarahkan ke Riyadh.

Serangan itu kembali memperlihatkan kemampuan Houthi menjalankan operasi lintas batas dengan persenjataan jarak jauh. Pertanyaannya, dari mana kelompok yang berbasis di salah satu negara termiskin di Timur Tengah tersebut memperoleh dana?

Pajak dan BBM Jadi Mesin Kas

Houthi sering dianggap sepenuhnya dibiayai Iran. Kenyataannya, kebutuhan operasional kelompok tersebut banyak ditopang perekonomian wilayah Yaman yang mereka kuasai.

Sebagai pemerintahan de facto di Sanaa dan sebagian besar wilayah barat laut Yaman, Houthi memungut pajak penghasilan, pajak perusahaan, zakat, pajak rokok dan bahan bakar, serta bea atas barang impor.

Panel Ahli PBB menerima informasi bahwa pendapatan yang dikendalikan Houthi sepanjang 2023 mencapai sekitar 3,392 triliun rial. Sekitar 300 miliar rial di antaranya berasal dari pungutan di pos-pos darat.

Bisnis bahan bakar juga menjadi sumber pemasukan penting. Produk minyak yang masuk melalui pelabuhan di wilayah Houthi dikenakan bea dan berbagai biaya, kemudian dipasarkan melalui perusahaan yang terhubung dengan kelompok tersebut.

Panel PBB memperkirakan sektor itu menghasilkan sekitar 1,34 triliun rial pada April 2022 hingga Juni 2024. Angka tersebut mencakup bea masuk, pungutan ilegal, dan margin keuntungan.

Sementara itu, Departemen Keuangan AS mengeklaim operasi penjualan minyak yang menguntungkan Houthi menghasilkan lebih dari US$2 miliar per tahun. Angka tersebut merupakan estimasi pemerintah AS, bukan laporan keuangan yang telah diaudit.

Telekomunikasi menyediakan sumber pendapatan lain. Panel PBB memperkirakan pendapatan sektor ini mencapai sekitar US$92 juta. Perusahaan yang dikendalikan Houthi juga disebut menerima sekitar US$20 juta per bulan dari panggilan internasional, meski kedua angka tersebut kemungkinan tumpang tindih.

Iran melengkapi mesin pendanaan domestik itu dengan rudal, drone, komponen elektronik, pelatihan, minyak, dan jaringan transaksi lintas negara.

Dengan demikian, ekonomi Yaman menyediakan kas operasional Houthi, sementara Iran memasok kemampuan militer serta akses internasional yang sulit dibangun kelompok tersebut secara mandiri.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/luc)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |