Negara Krisis-Pengangguran Menggila, Pemerintah Langsung Tutup Medsos

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Gabon memutus akses sejumlah platform media sosial. Keputusan ini diambil di tengah kondisi negara yang tengah menghadapi krisis likuiditas dan ketergantungan 2,5 juta jiwa populasi pada impor makanan.

Biaya hidup yang mahal dan tingkat pengangguran yang mencapai 20% memicu diskusi panas di media sosial. Pemerintah lantas mengambil langkah drastis untuk memblokir platform media sosial.

Regulator media setempat menyebutkan alasan keputusan ini diambil karena kekhawatiran konten-konten yang beredar di media sosial dapat merusak kohesi sosial dan mengancam stabilitas lembaga serta keamanan nasional.

Kebijakan ini berlaku pada aplikasi di bawah Meta, YouTube serta TikTok. Kelompok pemantau internat NetBlocks mengatakan pembatasan layanan terjadi mulai Rabu (18/2/2026) waktu setempat di negara Afrika Tengah itu, dikutip dari Reuters, Kamis (19/2/2026).

Namun seorang saksi mengatakan Facebook, Instagram dan X masih bisa diakses hingga Rabu sore kemarin.

Otoritas tinggi komunikasi Gabon tidak menyebut kapan penangguhan ini akan berakhir. Lembaga itu menjelaskan platform digital dan para aktivis melanggar hukum Gabon dengan menyebarkan konten 'tidak pantas, memfitnah, berunsur kebencian dan kasar' di ranah online.

Kebijakan ini berdampak besar pada kehidupan di Gabon. Anggota masyarakat sipil Nicaise Moulombo mengatakan penangguhan akses sama dengan melumpuhkan sebagian besar aktivitas ekonomi dan sosial.

"Penutupan ini melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial dalam konteks yang sudah ditandai dengan pengangguran dan biaya hidup yang tinggi," kata Moulombo.

"Jejaring sosial bukan hanya sekedar alat hiburan, namun menjadi instrumen kerja, ekspresi warga, perdagangan, inovasi, dan mobilisasi demokrasi," jelasnya.

Kondisi Gabon disebut Bank Dunia tidak bisa benar-benar pulih meski telah ada transisi politik dan reformasi yang baru terjadi. Menurut lembaga tersebut, posisi fiskal Gabon tetap akan rapuh.

Sementara itu Brice Oligui Nguema terpiluh menjadi Presiden Gabon pada April tahun lalu. Dia yang memimpin kudeta di negara itu pada Agustus 2023.

Kudeta yang dilakukannya mengakhiri pemerintahan Ali Bongo dan keluarganya selama lebih dari setengah abad di Gabon.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |