OJK Ketemu 100 Investor Global, Pede IHSG Akan Membaik

8 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan optimismenya terhadap prospek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke depan, seiring dengan tren penguatan yang terjadi dalam sebulan terakhir.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers usai Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Senin (3/8/2026).

Friderica menyebut pihaknya baru saja bertemu dengan sekitar 100 investor global untuk mendengar langsung masukan mereka terkait pasar modal Indonesia. Menurutnya, para investor asing tersebut mengapresiasi berbagai inisiatif reformasi yang telah dilakukan OJK, meski yang paling ditunggu adalah konsistensi implementasinya.

"Kami baru temui 100 investor global di luar negeri dan kami dengar masukan, mereka apresiasi inisiatif yang dilakukan. Yang ditunggu adalah konsistensinya. Kami komitmen untuk konsisten," ujar Friderica.

Friderica menjelaskan, penguatan IHSG dalam sebulan terakhir menunjukkan tren perbaikan. Selain itu, aktivitas penggalangan dana (fundraising) di pasar modal Indonesia tercatat telah menembus lebih dari Rp113 triliun, yang menurutnya menjadi kabar baik bagi industri.

"Kita lihat trennya ada perbaikan. Fundraising di pasar modal Indonesia lebih dari Rp113 triliun, ini berita baik," katanya.

Ia juga menyoroti sejumlah rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) yang masih berada dalam pipeline, yang menjadi indikasi bahwa kepercayaan pasar terhadap Indonesia masih terjaga baik.

Dari sisi basis investor, OJK mencatat tren peningkatan jumlah investor di pasar modal Indonesia sebagai perkembangan yang positif. Jika pada tahun lalu jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat sekitar 20 juta, tahun ini jumlahnya telah mendekati 30 juta SID.

Peningkatan jumlah investor tersebut turut diiringi oleh kenaikan Asset Under Management (AUM) industri pasar modal. Selain itu, kehadiran produk baru berupa ETF berbasis emas juga diyakini akan semakin mendongkrak minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal dalam negeri.

Terkait agenda reformasi pasar modal yang telah disampaikan sejak awal Januari, Friderica mengklaim sebagian besar telah direalisasikan, meski ada beberapa yang masih dalam tahap berjalan (stages). Sejumlah capaian yang disebutkan antara lain:

  • Peningkatan free float saham secara bertahap
  • Keterbukaan informasi bagi investor dengan kepemilikan di atas 1%
  • Penyampaian data Ultimate Beneficial Owner (UBO)
  • Informasi granular klasifikasi tipe investor yang kini mencapai 39 klasifikasi

Salah satu poin yang mendapat apresiasi luas, menurut Friderica, adalah penerapan kriteria baru dalam High Suspicious Criteria (HSC) list, dengan tambahan indikator price impact ratio. Kriteria ini dinilai efektif membantu menekan praktik manipulasi perdagangan di pasar modal Indonesia.

Friderica juga menegaskan komitmen OJK dalam penegakan hukum (enforcement) terhadap berbagai kasus pelanggaran di pasar modal. Ia menyebut sejumlah sanksi telah dijatuhkan dan beberapa di antaranya telah diumumkan ke publik.

"Kami juga komitmen untuk enforcement kasus yang terjadi, dan beberapa sudah diumumkan terkait enforcement yang dilakukan OJK. Ini menunjukkan perbaikan dan reformasi integritas pasar modal Indonesia," tegasnya.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |