OJK Mau Hapus KBMI 1, Bank Ganesha Siap Naik Kelas

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Ganesha Tbk. (BGTG) buka suara mengenai imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada bank kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) I alias untuk naik kelas. Seperti diketahui, KBMI adalah kategori bagi bank yang bermodal inti Rp3 triliun hingga Rp6 triliun, dan Bank Ganesha merupakan salah satunya.

Komisaris Bank Ganesha, Lisawati enggan untuk berbicara banyak mengenai hal itu, namun menyatakan pihaknya pasti memenuhi ketentuan regulator. Ia menyerahkan rencana realisasi untuk naik kelas itu kepada direktur utama atau CEO bank itu.

"Pokoknya kita ngikutin ketentuan OJK," kata Lisawati singkat saat ditemui di Perbanas Institute, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, tidak ada target kapan Bank Ganesha dapat naik kelas ke KBMI II. Lisawati kembali menekankan bahwa pihaknya pasti akan memenuhi ketentuan regulator.

"Jelas lah, pasti. Ketentuannya pasti diikutin. Tapi yang jawab baru CEO-nya. Jangan saya," tutur Lisawati sambil tertawa.

Adapun, berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026, modal inti Bank Ganesha tercatat sebesar Rp3,64 triliun.

Sementara itu, Bank Ganesha baru-baru ini telah melakukan perombakan pengurus. Antara lain, mengangkat Trisna Chandra dan Shirley sebagai direktur, serta Faisal Dharma Setiawan selaku komisaris independen Bank Ganesha.

Hal ini ditetapkan dalam pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (26/5/2026) lalu.

Rapat tersebut juga menetapkan absen dalam pembagian dividen tahun ini serta perombakan pengurus. Dalam rapat tersebut, para pemegang saham memutuskan laba bersih yang diperoleh Bank Ganesha pada tahun buku 2025 sebesar Rp227,09 miliar, akan dipakai sebesar Rp1 miliar untuk dana cadangan wajib/umum. Sisanya disimpan sebagai laba ditahan untuk memperkuat pemodalan perseroan.

Terpisah, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan penguatan bank-bank KBMI I sebagai bagian dari agenda strategis yang perlu ditempuh secara terarah dan prudent, dalam rangka memperkuat struktur dan ketahanan perbankan nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Langkah ini dipandang penting terutama mempertimbangkan dinamika perkembangan teknologi informasi, akselerasi digitalisasi perbankan, ketidakpastian kondisi ekonomi global, serta meningkatnya risiko serangan siber.

OJK menilai bahwa bank-bank KBMI I masih memiliki ruang untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan skala usaha melalui langkah penguatan baik secara organik maupun anorganik.

Dian mengatakan pihaknya telah menyampaikan imbauan untuk penguatan fundamental dan konsolidasi kepada bank-bank mini pada akhir bulan Oktober 2025 lalu.

OJK kemudian mengimbau setiap bank KBMI I untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan berkelanjutan atas kinerja bisnis, permodalan, kualitas aset, tata kelola, model bisnis, dan prospek jangka panjang, termasuk mengidentifikasi opsi penguatan modal dan peluang konsolidasi yang sesuai karakteristik masing-masing bank.

Bahkan, Dian menyebut aksi merger dapat ditempuh oleh bank-bank mini yang kinerjanya tidak bertumbuh. Akan tetapi, ia menyebut hal itu membutuhkan pandangan visioner dari pemegang saham pengendali (PSP).

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |