Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin Gereja Katolik dunia, Pope Leo XIV, menyerukan gencatan senjata segera di tengah eskalasi konflik di Iran yang telah memasuki pekan ketiga. Ia mengecam keras kekerasan perang yang menurutnya telah menewaskan ribuan warga sipil dan memperparah penderitaan masyarakat di kawasan Timur Tengah.
Dalam doa Angelus mingguan di St. Peter's Square pada Minggu (15/3/2026), Paus menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap situasi kemanusiaan yang memburuk akibat perang yang melibatkan Iran, Israel, dan United States.
"Selama dua minggu, rakyat Timur Tengah telah menderita kekerasan perang yang keji," kata Paus Leo, seperti dikutip Reuters.
"Atas nama umat Kristen di Timur Tengah dan semua perempuan dan laki-laki yang berkehendak baik, saya memohon kepada mereka yang bertanggung jawab atas konflik ini: hentikan tembakan!"
Paus pertama asal Amerika Serikat (AS) itu menegaskan bahwa kekerasan tidak akan membawa keadilan, stabilitas, maupun perdamaian yang diharapkan masyarakat kawasan tersebut.
Selain konflik di Iran, Paus juga menyoroti situasi di Lebanon yang dilanda pertempuran antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Iran. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sumber "kekhawatiran besar".
"Saya berharap ada jalan dialog yang dapat mendukung pemerintah negara dalam menerapkan solusi jangka panjang untuk krisis serius yang sedang berlangsung saat ini, demi kebaikan bersama seluruh rakyat Lebanon," ujarnya.
Dalam kunjungan ke sebuah paroki di Roma pada hari yang sama, Paus kembali menegaskan bahwa perang tidak pernah menjadi solusi bagi konflik antarbangsa.
"Saat ini banyak saudara dan saudari kita di dunia menderita karena konflik kekerasan, yang disebabkan oleh klaim absurd bahwa masalah dan perselisihan dapat diselesaikan melalui perang," katanya.
Ia juga mengecam pihak-pihak yang menggunakan agama sebagai pembenaran atas tindakan kekerasan.
"Beberapa bahkan sampai menggunakan nama Tuhan untuk membenarkan pilihan kematian ini, tetapi Tuhan tidak dapat dimanfaatkan oleh kegelapan. Sebaliknya, Dia selalu datang untuk membawa terang, harapan, dan perdamaian bagi umat manusia," ujarnya.
(tfa/luc)
Addsource on Google

7 hours ago
4

















































