Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara ihwal seorang pejabat bea cukai yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah pejabat baru yang ia lantik 8 hari lalu.
Pejabat bea cukai itu ialah Rizal (RZL) yang baru dilantik Purbaya sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat pada 28 Januari 2026. Namun dalam OTT ini, status Rizal berkaitan dengan jabatan lamanya selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC.
"Ya enggak apa-apa. Itu kan kita mengerti ada kebocoran atau kelemahan di sana-sini. Tapi kalau saya kasih tahu di depan enggak ketahuan tuh safe house nya," kata Purbaya di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (26/2/2026).
Purbaya menekankan, ia sengaja membiarkan pejabat DJBC itu untuk bertugas sebagaimana biasa untuk menghilangkan kecurigaan. Tujuannya supaya kasus besarnya terungkap seiring berjalannya waktu tanpa ada yang bisa ditutup-tutupi lagi.
"Dengan seperti itu mereka kan enggak curiga sehingga mereka berbisnis seperti basa sehingga bisnisnya ketahuan," ucap Purbaya.
Sebagai informasi, KPK mengamankan barang bukti senilai Rp40,5 miliar dalam perkara suap usai melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Direktorat Jenderal Bea Cukai.
"KPK juga mengamankan barang bukti dari kediaman RZL, ORL, dan PT BR serta lokasi lainnya, karena ini ada beberapa lokasi ya, safe house gitu ya. Yang diduga terkait dengan tindak pidana ini, total senilai Rp40,5 miliar," kata Plt Deputi dan Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (5/2/2026).
KPK juga telah menetapkan status tersangka kepada enam pejabat DJBC, terdiri dari:
1. RZL selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 sampai Januari 2026;
2. SIS selaku Kepala Subdirektorat Inteljien Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC);
3. ORL selaku Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (kasi Intel DJBC);
4. JF selaku Pemilk PT Blueray
5. AND selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray
6. DK selaku Manager Operasional PT Blueray
(arj/mij)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1
















































