Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 62 Triliun Buat Hadapi Krisis Dunia

5 hours ago 9

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) siap menggelontorkan dana investasi sebesar 5 triliun won (sekitar Rp62 triliun) khusus untuk mendukung sektor semikonduktor nasional. Dana ini ditargetkan untuk memperkuat perusahaan pengembang material, komponen, peralatan, hingga perusahaan perancang chip tanpa fasilitas fabrikasi (fabless).

Langkah agresif ini diambil seiring upaya Korsel mempercepat pembangunan pusat-pusat manufaktur chip baru di berbagai penjuru negeri. Korsel agaknya menggenjot peluang besar di saat industri chip sedang berkembang pesat. 

Dunia menghadapi krisis kelangkaan chip yang telah berdampak pada berbagai sektor. Harga chip naik gila-gilaan lantaran permintaan melonjak untuk kebutuhan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pasokan yang tak cukup untuk mengakomodir permintaan pasar membuat chip menjadi barang langka. 

Banyak pabrikan elektronik konsumen yang terpaksa menaikkan harga jual produk karena naiknya harga chip.

Selain alokasi dana jumbo untuk pengembangan chip, pemerintah Korsel juga bakal menyediakan fasilitas pembiayaan perdagangan (trade finance) tambahan senilai 5 triliun won bagi para pemasok industri.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Korsel, Kang Hoon-sik, dalam konferensi pers usai rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Lee Jae Myung, dikutip dari Reuters, Selasa (11/8/2026).

Rangkaian kebijakan ini merupakan bagian dari megaproyek semikonduktor yang diresmikan Presiden Lee sejak Juni lalu. Dalam proyek raksasa ini, raksasa teknologi seperti Samsung Electronics dan SK Hynix-bersama jaringan pemasok dan pemerintah daerah-diperkirakan bakal mengucurkan total investasi menembus US$576 miliar (sekitar Rp7,2 triliun).

Investasi fantastis tersebut dialokasikan untuk pembangunan fasilitas produksi chip baru, termasuk pabrik fabrikasi utama di wilayah barat daya Korsel.

"Pemerintah akan membentuk dana semikonduktor baru bernilai sekitar 5 triliun won yang berfokus pada perusahaan material, komponen, dan peralatan yang potensial, serta perusahaan fabless," ujar Kang.

Tak berhenti di situ, Korsel juga menyiapkan program dukungan kolaborasi selama 10 tahun bernilai 1 triliun won. Program ini dirancang untuk menjembatani kerja sama antara konglomerat (chaebol) dan pemasok skala kecil-menengah di rantai riset, pengujian, hingga produksi chip.

Percepat Izin dan Bangun Infrastruktur Listrik-Air

Guna memangkas birokrasi, pemerintah bakal mendorong pengesahan Undang-Undang Zona Spesial Mega (Mega Special Zone Act) di parlemen dalam tahun ini. Regulasi ini akan mempercepat proses perizinan, analisis dampak lingkungan (Amdal), hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

Dalam rapat yang turut dihadiri para bos Samsung dan SK, Presiden Lee mendesak Kementerian Pertahanan untuk segera merelokasi pangkalan udara militer di Gwangju paling lambat pertengahan 2028. Lahan seluas 8,3 juta meter persegi tersebut akan disulap menjadi kawasan industri semikonduktor nasional.

Guna menopang operasional pabrik chip yang sangat haus daya dan air, Kang memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung akan rampung sesuai jadwal:

  • Kluster Gwangju-Jeolla Selatan: Pihak berwenang menargetkan pasokan air hingga 650.000 ton per hari pada 2030 mendatang, yang bersumber dari daur ulang air limbah dan bendungan terdekat.

  • Kluster Yongin: Pusat produksi chip utama di selatan Seoul ini akan disuplai daya listrik raksasa sebesar 14,7 gigawatt (GW) pada 2041 melalui pembangkit listrik kogenerasi, LNG, serta pasokan antarwilayah.

Secara keseluruhan, proyek-proyek bernilai lebih dari 350 triliun won di berbagai wilayah Korsel dijadwalkan mulai mengawali konstruksi atau perluasan pabrik pada tahun ini. Selain itu, proyek riset dan pengembangan (R&D) senilai 57 triliun won juga mulai dieksekusi.

Pemerintahan Lee menjadikan ekspansi kapasitas chip sebagai pilar utama strategi industri nasional. Pemerintah menilai kawasan produksi yang ada saat ini di Yongin dan Pyeongtaek tidak akan sanggup memenuhi ledakan permintaan chip dunia yang didorong oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |