Jakarta, CNBC Indonesia - Penipuan semakin banyak terjadi di ranah digital. Modusnya pun beragam, mulai dari lowongan pekerjaan, investasi atau sebuah transaksi.
"Dan memang mayoritas komunikasi dari social media, startnya dari social media," kata Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital Teguh Arifiyadi dalam Konferensi Pers Peluncuran Kampanye #CekDuluBaruPercaya, di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Dia menjelaskan hal yang perlu dilakukan adalah melakukan verifikasi dan pengujian. Pihaknya juga terus melakukan kampanye untuk mengecek verifikasi informasi apapun hingga dokumen yang diterima.
"Pastikan bahwa para pengguna, terutama social media, paham bahwa sebetulnya ada cara untuk melakukan pengujian. Jadi, memverifikasi itu makin penting. Makanya kita tahun ini mengkampanyekan cek verifikasi dokumennya," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Privy meluncurkan website privy.id/verifikasi-pdf untuk mengecek keaslian dokumen digital. Masyarakat bisa melakukan pengecekan sebelum melakukan transaksi dan mencegah penipuan.
Bagaimana caranya?
Caranya tinggal unggah dokumen ke situs tersebut. Berikutnya akan diberikan informasi apakah dokumen itu valid atau tidak.
"Jadi, ketika kita upload dokumen itu, kita verify, akan langsung ada keterangan, bahwa satu dokumen ini ditandatangani secara digital, menggunakan sertifikat elektronik," kata CEO dan Co-Founder Privy, Marshall Pribadi.
Pengecekan itu bisa dilakukan untuk dokumen dari 11 penyedia tanda tangan digital yang ada di Indonesia, tak terbatas hanya untuk Privy saja.
Dia menjelaskan dokumen yang dicek bisa berupa apapun. Termasuk iklan hingga brosur terkait lowongan pekerjaan, tidak hanya dokumen dengan kop surat saja.
"Dan bisa dicek benar nggak iklan itu di terbitkan oleh perusahaan A," ucapnya.
Foto: Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital, Teguh Arifiyadi, dalam Konferensi Pers Peluncuran Kampanye #CekDuluBaruPercaya, di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)
Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital, Teguh Arifiyadi, dalam Konferensi Pers Peluncuran Kampanye #CekDuluBaruPercaya, di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
3

















































