Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
21 March 2026 12:00
Jakarta, CNBC Indonesia - Sistem kecerdasan buatan (AI) Maven milik Palantir Technologies Inc. (PLTR) resmi ditetapkan sebagai program of record atau program resmi jangka panjang oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) per 20 Maret 2026. Keputusan strategis ini mengunci penggunaan teknologi penargetan senjata Palantir di seluruh cabang militer AS dengan dukungan pendanaan yang stabil.
Berdasarkan memo internal tertanggal 9 Maret 2026 yang ditulis oleh Wakil Menteri Pertahanan AS, Steve Feinberg, integrasi Maven Smart System akan memberikan militer AS "alat pertempuran terbaru yang diperlukan untuk mendeteksi, mencegah, dan mendominasi musuh di semua domain." Keputusan ini ditargetkan berlaku efektif pada akhir tahun fiskal berjalan di bulan September 2026.
Maven sendiri merupakan platform perangkat lunak komando dan kontrol yang menganalisis triliunan data medan tempur dari satelit, drone, radar, dan sensor untuk mengidentifikasi target potensial secara otomatis-seperti kendaraan militer musuh, bangunan, hingga gudang senjata.
Sistem ini bukanlah barang baru di lapangan, Maven saat ini telah menjadi sistem operasi AI utama militer AS dan secara aktif digunakan dalam ribuan serangan presisi terhadap Iran selama tiga pekan terakhir.
Dengan status program of record, pengawasan Maven akan dipindahkan dari National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) ke Chief Digital and Artificial Intelligence Office Pentagon dalam 30 hari ke depan. Pengelolaan kontrak ke depan akan ditangani langsung oleh US Army.
Perseteruan Pentagon dan Anthropic
Penetapan status permanen untuk Maven ini tidak lepas dari dinamika dan ketegangan yang terjadi di internal Pentagon terkait etika penggunaan AI. Keputusan percepatan adopsi Maven ini memiliki latar belakang cerita yang cukup kompleks dalam beberapa minggu terakhir.
Beberapa hari sebelum memo Feinberg turun, tepatnya pada 6 Maret 2026, Pentagon mengeluarkan arahan internal yang melarang penggunaan produk AI dari Anthropic (pembuat model AI Claude) di seluruh sistem militer, dan memberi tenggat waktu 180 hari untuk mencabut sistem tersebut. Pentagon bahkan melabeli Anthropic sebagai supply chain risk.
Hal ini bermula dari perselisihan panjang antara Anthropic dan Pentagon. Anthropic, yang memiliki pedoman etika AI yang sangat ketat, secara persisten mengajukan keberatan jika model bahasa Claude miliknya digunakan untuk operasi militer yang mematikan atau pengawasan massal tanpa intervensi manusia. Puncak ketegangan terjadi setelah Anthropic memprotes penggunaan teknologi mereka dalam operasi militer AS di Venezuela awal tahun ini.
Kondisi ini menempatkan Palantir di posisi yang krusial. Selama ini, platform Maven dari Palantir mengintegrasikan model Claude milik Anthropic di dalam sistemnya.
Dengan adanya larangan dari Pentagon, Palantir kini dihadapkan pada ujian operasional yang sangat besar yaitu mereka diwajibkan untuk merombak ulang sistem AI pertahanan mereka dan mengganti Claude dengan model lain dalam waktu kurang dari 6 bulan, tanpa boleh mengganggu jalannya operasi militer yang sedang berlangsung.
Di sinilah letak proses kompromi dan pemikiran Pentagon. Peresmian Maven sebagai program of record secara bersamaan berfungsi sebagai jangkar stabilitas.
Pentagon pada dasarnya memaksa Palantir untuk melepaskan ketergantungannya pada Anthropic, namun sebagai imbalannya, Pentagon memberikan kepastian kontrak jangka panjang dan pendanaan yang masif agar Palantir fokus membangun ekosistem tersebut.
Foto: Kolase Presiden AS, Donald Trump dan CEO of Anthropic, Dario Amodei. (Reuters dan AFP)
Dampak Finansial terhadap Palantir
Dari sudut pandang fundamental dan valuasi, langkah Pentagon ini menjadi sentimen yang sangat solid bagi Palantir.
Rentetan kontrak jumbo dari pemerintah AS telah menjadi motor penggerak utama pertumbuhan perusahaan, termasuk kesepakatan senilai hingga US$ 10 miliar dengan Angkatan Darat AS pada musim panas lalu dan peningkatan pagu kontrak Maven menjadi US$ 1,3 miliar pada Mei 2025.
Dalam satu tahun terakhir, harga saham Palantir telah melonjak lebih dari dua kali lipat, mengangkat kapitalisasi pasarnya menembus kisaran US$ 360 miliar. Bagi pelaku pasar modal, transisi Maven menjadi program of record secara efektif menghilangkan ketidakpastian terkait pembaruan kontrak jangka pendek pemerintah, dan mengubahnya menjadi recurring revenue yang stabil untuk jangka panjang.
-
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)
Addsource on Google

3 hours ago
1

















































