Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto melaporkan pemerintah telah menutup 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perampingan tersebut diklaim menghasilkan penghematan biaya overhead sekitar Rp 50 triliun.
"Hari ini saya melaporkan kepada Majelis yang terhormat, kita telah tutup 290 BUMN," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
Prabowo menjelaskan, penghematan Rp 50 triliun tersebut berarti setiap tahun anggaran sebesar itu tidak lagi habis untuk membiayai gaji direksi dan komisaris serta pos-pos pengeluaran yang dinilai tidak produktif.
"Uang itu sekarang kita gunakan untuk investasi, untuk industrialisasi, untuk peningkatan pelayanan, dan hal-hal yang langsung bermanfaat bagi rakyat," ujarnya.
Menurut Prabowo, langkah pemangkasan bermula dari temuan saat pemerintah membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Ketika itu, tercatat ada 1.074 BUMN bila dihitung bersama anak dan cucu usahanya. Prabowo menilai terlalu banyak entitas yang tidak produktif, sekaligus menumpuk lapisan direksi dan komisaris yang membebani ongkos operasional.
Target Tersisa 300 BUMN Akhir Tahun
Proses penutupan tidak berhenti di angka 290. Prabowo menargetkan jumlah BUMN menyusut drastis hingga akhir tahun ini.
"Pada akhir tahun ini, kita targetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan," kata dia.
Prabowo menyebut aksi tersebut sebagai penataan korporasi berskala masif. "Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia," ucapnya.
Di forum yang sama, Prabowo juga menegaskan BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan milik direksi maupun komisaris, dan bukan sumber dana bagi penguasa. Ia menyatakan penataan tersebut merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar 1945 untuk menjaga kekayaan bangsa agar dinikmati seluruh rakyat.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2














































