Punah 150 Tahun Lalu, Kura-Kura Raksasa Ini Akhirnya Muncul Lagi

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kura-kura raksasa kembali ke Pulau Floreana di Kepulauan Galápagos, Ekuador, setelah hampir 150 tahun mengalami kepunahan. 

Sebanyak 158 kura-kura muda hasil persilangan, berusia 8 hingga 13 tahun, dilepasliarkan pada Jumat pekan lalu waktu setempat untuk memulai proses pemulihan ekosistem yang telah lama terdegradasi. Pelepasan ini bertepatan dengan datangnya hujan musim dingin pertama yang dinilai menjadi momentum ideal bagi adaptasi mereka.

Direktur pusat penangkaran Galápagos National Park di Pulau Santa Cruz, Fredy Villalba mengatakan, kura-kura tersebut sudah cukup besar untuk bertahan dari ancaman. 

"Mereka cukup besar untuk dilepaskan dan dapat membela diri terhadap hewan-hewan lain seperti tikus dan kucing," kata Villalba dikutip dari CNN International, Senin (23/2/2026).

Kura-kura raksasa kembali ke Kepulauan Galápagos setelah hampir 150 tahun. (Tangkapan Layar Video Reutes/)Foto: Kura-kura raksasa kembali ke Kepulauan Galápagos setelah hampir 150 tahun. (Tangkapan Layar Video Reutes/)


Secara bertahap, total 700 kura-kura direncanakan akan dilepaskan ke pulau tersebut. Direktur ekosistem taman nasional, Christian Sevilla menjelaskan, kura-kura muda ini membawa 40% hingga 80% komposisi genetik Chelonoidis niger, spesies yang telah dinyatakan punah di Floreana sejak sekitar 150 tahun lalu.

Jejak genetik kura-kura hibrida ini ditelusuri hingga Gunung Berapi Wolf di Pulau Isabela, sebuah temuan yang masih menjadi teka-teki ilmiah. Melalui seleksi ketat terhadap individu dewasa dengan komposisi genetik terkuat, program penangkaran ini bertujuan mengembalikan kemurnian spesies Floreana secara bertahap.

Dua abad lalu, Floreana diperkirakan dihuni sekitar 20.000 kura-kura raksasa. Namun perburuan paus, kebakaran besar, serta eksploitasi manusia secara terus-menerus menyebabkan kepunahan total spesies tersebut di pulau itu.

Ahli biologi Washington Tapia menyebut reintroduksi spesies dengan komponen genetik signifikan dari spesies asli sangat penting secara ilmiah. Menurutnya, program ini bukan sekadar menambah populasi, melainkan memulihkan garis keturunan yang hilang.

Pulau Floreana memiliki luas sekitar 173 kilometer persegi dan menjadi titik paling selatan di Kepulauan Galápagos. Terletak sekitar 1.000 kilometer dari daratan utama Ekuador di tengah Samudra Pasifik, pulau ini tergolong wilayah terpencil namun memiliki nilai ekologis tinggi.

Kura-kura yang dilepas akan hidup berdampingan dengan sekitar 200 penduduk, serta satwa lain seperti flamingo, iguana, penguin, camar, dan elang. Namun mereka juga menghadapi ancaman spesies introduksi seperti tanaman blackberry dan jambu, serta hewan seperti tikus, kucing, babi, dan keledai yang dibawa manusia.

Seorang warga Floreana, Verónica Mora, menyebut pelepasan kura-kura ini sebagai mimpi yang menjadi kenyataan. Ia bilang, masyarakat merasa bangga melihat proyek konservasi yang telah dirintis bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil.

Kepulauan Galápagos Islands sendiri ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh United Nations pada 1978. Pengakuan tersebut diberikan karena kekayaan dan keunikan spesies darat maupun laut yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |