Rupiah Balik Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp16.825

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang akhir pekan pada perdagangan Jumat (13/2/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah menutup perdagangan di posisi Rp16.825/US$ atau terdepresiasi 0,09%. Pelemahan ini melanjutkan tekanan dari penutupan perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup melemah 0,21% di level Rp16.810/US$.

Meski demikian, pergerakan rupiah hari ini berbalik arah dibandingkan pembukaan perdagangan pagi, saat rupiah sempat menguat tipis 0,03% di level Rp16.805/US$. Namun seiring berjalannya perdagangan, rupiah berbalik tertekan hingga ditutup di zona merah.

Sepanjang sesi, rupiah bergerak dalam rentang Rp16.805-Rp16.850/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,20% di level 97,119.

Pergerakan rupiah hari ini masih dipengaruhi penguatan dolar AS di pasar global. Menguatnya DXY mengindikasikan pelaku pasar kembali mengambil posisi pada aset berdenominasi dolar AS, yang pada gilirannya menekan mata uang negara lain, termasuk rupiah.

Meski demikian, secara mingguan dolar AS masih berada dalam tren pelemahan, dengan posisi melemah sekitar 0,5%. Dolar tertekan oleh kombinasi penguatan sejumlah mata uang lain serta munculnya keraguan pasar terhadap ketahanan ekonomi AS.

Dari data terbaru, klaim pengangguran AS menunjukkan penurunan, tetapi lebih kecil dari perkiraan. Data tersebut menyusul laporan yang memperlihatkan pertumbuhan pekerjaan AS pada Januari meningkat di atas ekspektasi, meski sebagian analis menilai penguatan pasar tenaga kerja masih belum merata.

Penciptaan lapangan kerja dinilai masih terkonsentrasi pada sektor tertentu seperti kesehatan, bantuan sosial, dan konstruksi, sementara revisi data juga menunjukkan payrolls sempat negatif dalam beberapa bulan sepanjang 2025.

Pelaku pasar masih memperkirakan sekitar dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, dengan pemangkasan pertama diproyeksikan terjadi pada Juni. Selama tidak ada kejutan besar dari data inflasi, pasar menilai dolar berpotensi bergerak lebih konsolidatif dalam waktu dekat.

(evw/evw)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |