Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia menegaskan tetap melanjutkan kerja sama energi dengan Kuba meski menghadapi ancaman tarif dari Amerika Serikat (AS). Kremlin menyatakan saat ini tengah membahas bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada Kuba, yang sedang mengalami krisis bahan bakar parah.
Pernyataan ini sekaligus menepis ancaman sanksi dan tarif yang disampaikan Presiden AS Donald Trump. "Kami tidak menginginkan eskalasi apa pun, tetapi di sisi lain, kami saat ini tidak memiliki banyak perdagangan," ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, dikutip dari kantor berita negara Rusia RIA Novosti, Kamis waktu setempat, dikutip Jumat (13/2/2026).
Gedung Putih telah sesumbar akan mengenakan tarif terhadap negara mana pun yang secara langsung maupun tidak langsung mengirim minyak ke Kuba. Pemerintah AS menyebut pemerintahan komunis Kuba sebagai "ancaman yang tidak biasa dan luar biasa".
Peskov mengatakan Moskow tetap membuka peluang dialog dengan Washington terkait krisis energi di Kuba, meski pembahasan tersebut sulit dilakukan secara terbuka. "Jelas bahwa saat ini tidak mungkin membahas masalah ini secara terbuka karena alasan yang jelas," katanya.
Kuba sendiri telah berada di bawah embargo perdagangan AS selama lebih dari 60 tahun dan kini menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat. Kekurangan bahan bakar memaksa pemerintah setempat memberlakukan langkah-langkah darurat, mulai dari pembatasan distribusi BBM, penutupan sejumlah destinasi wisata, pengurangan hari sekolah, hingga pemangkasan hari kerja di perusahaan milik negara menjadi empat hari dalam sepekan.
Situasi tersebut juga berdampak pada sektor transportasi udara. Pemerintah Kuba memperingatkan maskapai internasional tidak lagi dapat mengisi bahan bakar di negara tersebut akibat kelangkaan avtur.
Maskapai Air Canada bahkan membatalkan seluruh penerbangan ke Kuba. Meski begitu, otoritas menyatakan akan memulangkan sekitar 3.000 penumpang yang sudah berada di negara itu dalam beberapa hari ke depan.
Rusia menilai tekanan AS justru memperparah krisis kemanusiaan dan energi di Kuba. Moskow pun menegaskan akan terus menjajaki cara-cara untuk membantu Havana, termasuk melalui pasokan energi, meski berada di bawah bayang-bayang ancaman tarif dari Washington.
(tfa/sef)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































