Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) mulai mengoperasikan kembali tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) secara bertahap setelah sempat dihentikan akibat insiden longsor pada 2025 lalu.
Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas menyampaikan bahwa saat ini perusahaan masih fokus pada proses pemulihan, khususnya di Production Block 1 yang terdampak paling parah akibat kejadian tersebut.
Sementara itu, untuk Production Block 2 dan Production Block 3 di area GBC, kegiatan penambangan sudah mulai dilakukan secara terbatas.
"Dan rencananya akan melakukan ramp up mulai dari bulan Mei sampai dengan kuartal pertama 2027 baru kami akan mulai mengoperasikan production Block 1 yang memang high grade," kata Tony dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).
Dari sisi produksi, pihaknya memproyeksikan volume penambangan bijih mencapai 139.000 ton per hari pada 2025 dan meningkat menjadi 156.000 ton per hari pada 2026. Produksi kemudian diperkirakan kembali ke level normal sekitar 200.000 ton bijih per hari pada 2027 dan berlanjut hingga 2029.
"Dan di 2027 baru akan bisa mencapai produksi sekitar 200.000 ton bijih per hari yang merupakan sudah sekitar produksi normal kami dan seterusnya sampai dengan 2029 dan seterusnya," ujarnya.
Untuk produksi logam, pada 2026 perusahaan menargetkan produksi tembaga sebesar 1,1 miliar pound dan emas sekitar 26 ton. Seluruh produksi emas tersebut direncanakan akan diserap oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
"Kemudian rencana kerja di tahun 2027 itu meningkat menjadi 1,5 miliar pound tembaga logamnya dan emasnya akan bisa mencapai 39 ton atau 1,3 juta ounces. Di tahun 2028 sudah mencapai level yang lebih tinggi lagi 1,7 miliar pound tembaga dan 43 ton emas dan seterusnya," ujar Tony.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

11 hours ago
2

















































