Jakarta, CNBC Indonesia - Jetstar Australia akan mulai mengenakan biaya tambahan bagi penumpang yang ingin menyimpan tas kabin di kompartemen bagasi atas (overhead locker) mulai 2 Februari tahun depan. Kebijakan baru ini menjadi bagian dari perubahan aturan bagasi kabin maskapai berbiaya hemat milik Qantas tersebut guna mempercepat proses naik pesawat dan meningkatkan ketepatan waktu penerbangan.
CEO Jetstar Stephanie Tully mengatakan perubahan itu dirancang berdasarkan hasil riset terhadap pelanggan dan awak kabin. "Dengan memberikan jatah tas di bawah kursi kepada pelanggan serta opsi untuk menambah layanan Priority Carry-on, kami dapat memanfaatkan ruang kompartemen atas secara lebih baik, memperlancar proses naik pesawat, dan membantu lebih banyak penerbangan berangkat tepat waktu," ujarnya dalam pernyataan, Rabu (5/8/2026), seperti dikutip Reuters.
Dalam aturan baru tersebut, penumpang tetap dapat membawa satu tas kecil, seperti ransel, tas tangan, atau tas laptop, yang muat di bawah kursi tanpa biaya tambahan. Namun, untuk tas yang disimpan di kompartemen atas, penumpang perlu membeli layanan tambahan dengan tarif sekitar 25-52 dolar Australia per penerbangan, atau setara sekitar Rp292.500 hingga Rp608.400 (dengan asumsi kurs sekitar Rp11.700 per dolar Australia).
Jetstar juga menawarkan layanan Priority Carry-on yang dapat dibeli sebelum keberangkatan. Fasilitas ini memungkinkan penumpang membawa tas kabin yang lebih besar ke kompartemen atas, memperoleh prioritas naik pesawat lebih awal, serta tidak lagi dibatasi aturan berat bagasi kabin maksimum 7 kilogram.
Menurut Tully, skema tersebut memberi keleluasaan kepada pelanggan untuk hanya membayar layanan yang benar-benar dibutuhkan. "Anda hanya membayar untuk apa yang Anda butuhkan. Bepergian dengan barang bawaan lebih sedikit berarti membayar lebih murah, dan Anda selalu bisa menambah layanan jika diperlukan," katanya.
Perubahan ini membuat kebijakan bagasi Jetstar semakin serupa dengan sejumlah maskapai berbiaya hemat di berbagai negara yang telah lebih dulu memungut biaya untuk penggunaan kompartemen atas, sementara tas kecil di bawah kursi tetap termasuk dalam harga tiket dasar. Di sisi lain, biaya tambahan seperti bagasi, pemilihan kursi, dan prioritas naik pesawat menjadi sumber pendapatan yang terus meningkat bagi maskapai, meski kerap dikritik karena membuat harga tiket akhir lebih mahal dari tarif dasar yang diiklankan.
Menteri Transportasi Federal Australia Catherine King mengingatkan agar maskapai menyampaikan seluruh biaya tambahan secara transparan kepada calon penumpang saat proses pembelian tiket. Menurut juru bicaranya, Jetstar menyebut kebijakan baru ini bertujuan menjaga harga tiket tetap terjangkau sehingga maskapai harus mampu membuktikan manfaat tersebut kepada pelanggan.
Aturan baru ini berlaku untuk seluruh penerbangan Jetstar Airways yang berangkat mulai 2 Februari tahun depan, kecuali penerbangan yang dioperasikan Jetstar Japan. Sementara itu, pelanggan yang telah memesan tiket untuk jadwal setelah tanggal tersebut akan memperoleh peningkatan layanan Priority Carry-on tanpa dikenai biaya tambahan.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

6 hours ago
4

















































