Update Baru Susu Formula Nestle Bertoksin, Ini Dampaknya pada Bayi

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pihak berwenang Swiss tengah menyelidiki sejumlah batch susu formula bayi setelah dilaporkan adanya gejala keracunan pada beberapa bayi yang diduga terkait dengan konsumsi produk tersebut. Kasus ini menjadi perkembangan terbaru dari penarikan global susu formula, termasuk produk milik raksasa makanan Swiss, Nestlé.

"Beberapa kasus gejala pada bayi telah dilaporkan kepada pihak berwenang dalam beberapa hari terakhir," ujar Otoritas Keamanan Pangan Swiss dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP, Selasa (10/2/2026). Gejala yang muncul mengarah pada dugaan paparan zat beracun.

Otoritas menyatakan investigasi sedang berlangsung untuk memastikan apakah terdapat hubungan langsung antara gejala tersebut dengan konsumsi susu formula yang sebelumnya telah ditarik dari peredaran.

"Hasil awal investigasi diharapkan tersedia pada akhir pekan ini," lanjut pernyataan tersebut.

Penyelidikan ini bertujuan melacak sumber bahan baku yang terkontaminasi, yang diduga berasal dari perusahaan di China, melalui rantai produksi dan pasokan internasional. Selain itu, otoritas juga berupaya mengidentifikasi seluruh produk yang terdampak di Swiss guna segera menariknya dari pasar.

Kasus ini berkaitan dengan dugaan kontaminasi racun cereulide, zat beracun yang dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. Cereulide dikenal berbahaya, terutama bagi bayi, karena dapat memicu gangguan pencernaan akut.

Nestlé sebelumnya telah melakukan penarikan produk pertama pada Desember lalu setelah mendeteksi kemungkinan keberadaan cereulide dalam beberapa batch susu formula bayinya. Pada Januari, perusahaan kembali melakukan penarikan skala besar yang berdampak pada lebih dari 60 negara.

Gelombang penarikan produk kemudian meluas dan melibatkan produsen susu formula bayi lain, seperti Danone dan Lactalis. Situasi ini semakin diperketat setelah awal bulan ini otoritas Eropa memberlakukan batas maksimal baru yang lebih ketat terhadap kadar cereulide dalam susu formula bayi.

Sorotan juga mengarah pada Cabio Biotech, perusahaan berbasis di Wuhan, China, yang menjadi pemasok bahan baku asam arakidonat (ARA). ARA merupakan asam lemak penting yang banyak digunakan dalam susu formula bayi, dan cereulide dilaporkan ditemukan dalam ARA yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.

Hingga kini, otoritas Swiss dan Eropa masih melanjutkan investigasi untuk memastikan skala dampak kontaminasi dan mencegah risiko kesehatan lanjutan pada bayi di berbagai negara.

(tfa/tfa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |