Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia sepanjang 2025, mulai dari lamanya tinggal hingga pengeluarannya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono melaporkan rata-rata lamanya tinggal wisman di Indonesia per kuartal IV-2025 mencapai 9,74 malam per kunjungan. Angka ini mengalami penurunan dari 2024 yang mencapai 11,24 malam per kunjungan.
"Sepanjang triwulan IV-2025, rata-rata lamanya wisman tinggal di Indonesia sekitar 9,74 malam per kunjungan," kata Ateng dalam rilis BPS, Senin (2/2/2026).
Berdasarkan kelompok kebangsaan, wisman yang berasal dari ASEAN memiliki rata-rata lama tinggal paling singkat selama 4,33 malam, sedangkan wisman yang berasal dari Eropa memiliki rata-rata lama tinggal paling lama selama 16,75 malam.
"Wisman dari Eropa rata-rata lama tinggalnya di Indonesia itu cukup lama, yaitu 16,75 malam yang merupakan ini waktu tinggal terlama. Jika dibandingkan dengan negara kawasan yang lainnya," lanjutnya.
Sementara itu, wisman secara rata-rata menghabiskan dananya sebesar US$1.267,07 atau sekitar Rp21,26 juta per kunjungan sepanjang 2025. Khusus kuartal IV-2025, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara setiap satu kali kunjungan mencapai US$1.286,84 atau sekitar Rp21,59 juta.
"Secara rata-rata sepanjang 2025, wisman menghabiskan sekitar US$1.267,07 selama berada di Indonesia," jelasnya.
Adapun wisman dari Eropa menjadi yang paling besar rata-rata pengeluarannya yakni mencapai US$1.916,5 per kunjungan atau sekitar Rp32,17 juta per kunjungan.
"Wisman dari negara Eropa melakukan pengeluarannya terbesar, jika dibandingkan dengan kawasan lainnya. Secara rata-rata, dari hasil survei kami, Wisman asal Eropa ini menghabiskan US$1.916,5 selama kunjungan di Indonesia," terangnya.
Foto: Rilis BPS Senin, (2/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube BPS Statistics)
Rilis BPS Senin, (2/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube BPS Statistics)
Dari negara asalnya, wisman paling banyak yang berkunjung ke Indonesia pada Desember 2025 adalah asal Malaysia, dengan porsi mencapai 17,3%, mengalami lonjakan 17,45% dibandingkan Desember 2024. Disusul Singapura (14,5%) dan Australia (11%).
"Jika dilihat berdasarkan pintu masuk utama, paling banyak kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, didominasi wisman yang berkebangsaan Australia," ujarnya.
"Terjadi peningkatan kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai. Secara bulanan terutama didorong minat kunjungan internasional pada periode bulan Natal dan Tahun Baru, serta liburan sekolah di berbagai negara yang mendorong wisman masuk lewat Bandara Ngurah Rai," tambahnya.
Sepanjang 2025 lalu, wisman asal Malaysia juga menjadi yang terbanyak dengan porsi mencapai 17,2% dari total kunjungan wisman ke Indonesia. Kunjungan wisman Malaysia tahun 2025 melonjak 16,26% dari tahun 2024.
Disusul Australia dengan porsi 11,4% dan Singapura dengan porsi 9,9%.
Foto: Rilis BPS Senin, (2/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube BPS Statistics)
Rilis BPS Senin, (2/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube BPS Statistics)
BPS mencatat, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada bulan Desember 2025 lalu melonjak 17,25% menjadi 1.405.860 kunjungan dibandingakn sebulan sebelumnya. Angka itu juga melesat 14,43% dibandingkan Desember 2024 lalu.
Data BPS menunjukkan, total kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang tahun 2025 melonjak 10,80% menjadi 15.386.646. Ini mencetak capaian tertinggi sejak tahun 2020.
Terlihat, data kunjungan wisman sejak tahun 2020 terus mengalami lonjakan, meski memang diakui belum melampaui capaian sebelum Pandemi Covid-19.
Tercatat, kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang tahun 2019 mencapai 16.106.854 kunjungan.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

1 day ago
3

















































