10 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Paling Banyak Nganggur

5 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Memilih jurusan kuliah kerap diiringi ekspektasi tinggi, terutama janji karier mapan dan gaji besar bagi lulusan bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Namun, dinamika pasar kerja dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor teknologi menunjukkan bahwa jurusan populer tidak selalu menjadi jaminan bebas tantangan.

Melansir Forbes, guncangan ekonomi dan pola rekrutmen perusahaan menjadi salah satu pemicunya. Perusahaan sering kali melakukan ekspansi besar-besaran saat bisnis melonjak. Ketika situasi berbalik, efisiensi dilakukan melalui pemangkasan jumlah karyawan demi menjaga marjin laba dan kestabilan harga saham di pasar modal.

Laporan "Labor Market Outcomes of College Graduates by Major" yang dirilis The Fed AS mengungkap tingkat pengangguran yang cukup signifikan antarjurusan. Laporan tersebut mencatat daftar jurusan perguruan tinggi berdasarkan tingkat pengangguran:

10 Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Terendah:

1. Ilmu Gizi (0,4%)

2. Jasa Konstruksi (0,7%)

3. Ilmu Hewan dan Tanaman (1,0%)

4. Teknik Sipil (1,0%)

5. Pendidikan Luar Biasa (1,0%)

6. Pertanian (1,2%)

7. Pendidikan Anak Usia Dini (1,3%)

8. Teknik Kedirgantaraan (1,4%)

9. Keperawatan (1,4%)

10. Ilmu Kebumian (1,5%)

10 Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi:

1. Antropologi (9,4%)

2. Fisika (7,8%)

3. Teknik Komputer (7,5%)

4. Seni Komersial & Desain Grafis (7,2%)

5. Seni Murni (7,0%)

6. Sosiologi (6,7%)

7. Ilmu Komputer (6,1%)

8. Kimia (6,1%)

9. Sistem Informasi & Manajemen (5,6%)

10. Kebijakan Publik dan Hukum (5,5%)

Relevansi Jurusan dan Pekerjaan

Tingginya angka pengangguran di beberapa jurusan teknik dan sains menegaskan bahwa linieritas pendidikan dengan lapangan kerja tidak selalu terwujud. Data historis CareerBuilder pada 2013 mencatat 47% pekerja berpendidikan tinggi memulai karier pertama di luar bidang keilmuannya, dan 32% di antaranya tidak pernah bekerja sesuai jurusan.

Di sisi lain, efisiensi di industri teknologi terus berlanjut seiring adopsi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi.

CEO Microsoft Satya Nadella mengungkapkan bahwa 20% hingga 30% kode pemrograman perusahaan kini dibuat oleh AI, sementara CTO Kevin Scott memproyeksikan porsi tersebut dapat mencapai 95% pada 2030.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |