Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah kapal tanker yang membawa minyak mentah dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari Timur Tengah dilaporkan berhasil keluar dari Selat Hormuz. Kapal-kapal raksasa tersebut kini tengah berlayar menuju Pakistan dan China setelah sempat terjebak selama berbulan-bulan di wilayah konflik.
Dua kapal tanker LNG terpantau sedang keluar dari Selat Hormuz pada hari Senin (25/05/2026), untuk menuju ke Pakistan dan China. Sementara itu, sebuah kapal supertanker (Very Large Crude Carrier/VLCC) bernama Eagle Verona yang mengangkut minyak mentah Basrah asal Irak tujuan China juga sudah meninggalkan kawasan Teluk pada hari Sabtu waktu setempat.
Kapal tanker LNG Fuwairit yang berbendera Bahama sedang melintasi Selat Hormuz pada hari Senin dan diperkirakan akan membongkar muatan gasnya di Pakistan pada hari Selasa. Kapal LNG Al Rayyan juga telah keluar dari selat dan saat ini berada di antara Iran dan Oman untuk menuju China pada 27 Juni mendatang.
Lolosnya kapal-kapal raksasa ini terjadi setelah perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran yang meletus sejak 28 Februari lalu memangkas drastis lalu lintas Selat Hormuz. Padahal, selat strategis tersebut biasanya menjadi jalur utama bagi mengalirnya sekitar seperlima dari total pasokan minyak mentah dan LNG dunia.
Sebelum perang berkecamuk di wilayah tersebut, lalu lintas pelayaran yang melewati Selat Hormuz terhitung sangat padat dengan rata-rata mencapai 125 hingga 140 perlintasan setiap harinya. Akibat konflik bersenjata ini, sekitar 20.000 pelaut dilaporkan masih terjebak di dalam kawasan Teluk di atas ratusan kapal yang tidak bisa bergerak bebas.
Kapal-kapal yang berhasil lolos tersebut merupakan bagian dari segelintir kapal supertanker yang diizinkan keluar dari Teluk pada bulan ini melalui rute transit khusus pesanan otoritas Iran. Pada pekan lalu, tercatat ada tiga kapal VLCC yang juga telah berhasil melakukan perjalanan menuju China dan Korea Selatan dengan mengangkut total 6 juta barel minyak mentah.
Selain itu, terdapat riwayat kapal Eagle Verona berbendera Singapura yang memuat hampir 2 juta barel minyak mentah Basrah sejak sekitar tanggal 26 Februari lalu. Kapal ini merupakan satu dari tujuh kapal yang sempat diajukan oleh pemerintah Malaysia kepada Iran untuk mendapatkan izin transit, di mana lima kapal kini sudah berhasil keluar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemilik kapal Fuwairit yakni Mitsui O.S.K. Lines (MOL) asal Jepang belum bisa dihubungi untuk memberikan komentar. Pihak QatarEnergy selaku pemilik Al Rayyan, serta Sinopec dan MISC selaku penyewa dan pemilik Eagle Verona juga tidak segera memberikan tanggapan resmi mereka.
(tps/sef)
Addsource on Google

5 hours ago
9

















































