Jakarta, CNBC Indonesia - Tanpa disadari, apa yang kita ucapkan setiap hari bisa jadi cermin dari apa yang sedang terjadi di dalam diri. Banyak orang yang tampak baik-baik saja di luar, tapi kata-kata yang keluar dari mulut mereka justru menunjukkan sebaliknya, seperti ada beban, kekecewaan, atau perasaan hampa yang tersembunyi.
Untuk menggali lebih dalam mengenai hubungan antara bahasa dan kondisi mental, tiga psikolog, yakni Dr. Patricia Dixon, Dr. Kiki Ramsey, dan Dr. Caitlin Slavens menjabarkannya. Menurut Dr. Patricia Dixon, menggunakan kalimat sedih sebagai bagian dari percakapan sehari-hari bisa berdampak buruk pada kesehatan mental.
"Bahasa yang Anda gunakan membentuk realitas Anda, dan ketika Anda terus-menerus mengungkapkan pikiran negatif, Anda menciptakan penjara mental berupa pesimisme. Pola pikir ini menjadi lensa Anda melihat dunia, menciptakan kekurangan harapan dan pandangan hidup yang toksik," kata ia dikutip Parade.
Ia mendata, berdasarkan penelitian, pola pikir positif tak hanya berpengaruh pada kesehatan mental dan emosional, tetapi juga kesehatan fisik.
"Pikiran negatif yang terus menerus akan menambah beban hidup, membuat Anda lebih fokus pada hal buruk dan mengabaikan hal positif di sekitar Anda," katanya.
Berikut adalah 9 kalimat yang sering diucapkan orang yang tidak bahagia:
1. "Hidup saya tidak pernah berjalan dengan baik."
Dr. Dixon menjelaskan, kalimat ini mencerminkan kondisi putus asa yang terus berulang dan memperkuat siklus pesimisme serta hilangnya harapan.
Dr. Ramsey menambahkan, "Kalimat ini mencerminkan keyakinan bahwa hidup itu tidak adil. Biasanya diucapkan saat seseorang merasa terjebak atau menyerah."
2. "Tidak ada yang pernah mau dengar saya."
Menurut Dr. Dixon, ini berasal dari rasa kesepian dan tidak dimengerti. Kalimat ini memperkuat perasaan tidak memiliki dukungan.
3. "Kenapa sih ini selalu terjadi sama saya?"
Menurut Dr. Ramsey, kalimat ini menandakan sikap mengasihani diri sendiri dan merasa menjadi korban. Ia menyarankan menggantinya dengan kalimat: "Apa yang bisa saya pelajari dari hal ini?" agar fokus pada pertumbuhan, bukan masalah.
4. "Ngapain juga, toh tidak ada gunanya."
Kalimat ini mencerminkan kehilangan tujuan hidup dan rasa putus asa. Kalimat tersebut juga bisa menghambat kemajuan.
5. "Saya capek banget sama semua ini."
Kalimat yang menandakan rasa menyerah, namun tidak membawa solusi. Kalimat itu pun hanya membuat seseorang terjebak dalam ketidaknyamanan.
6. "Buat apa juga usaha."
Dr. Slavens menyebut, pernyataan seperti ini menjadi cara melindungi diri dari kegagalan. Tapi, dengan tidak mencoba, justru kesempatan perbaikan pun hilang.
7. "Ini tidak adil."
Menurut Dr. Ramsey, meskipun hidup memang tak selalu adil, terjebak pada kalimat ini hanya akan membuat seseorang terkungkung dalam rasa kesal tanpa solusi.
8. "Saya memang tidak ditakdirkan untuk bahagia."
Dr. Slavens mengatakan, kalimat ini sering berakar dari rasa bersalah atau merasa tidak pantas. Kalimat ini seperti menciptakan dinding antara seseorang dan kebahagiaannya sendiri.
"Kalimat ini menunjukkan sikap pasrah dan keyakinan negatif mendalam terhadap diri sendiri. Ini bisa menjadi ramalan yang menghalangi kebahagiaan," kata Dr. Slavens.
9. "Saya tidak pernah beruntung."
Dr. Slavens menjelaskan, orang yang tidak bahagia sering melempar tanggung jawab pada faktor eksternal. Padahal hidup tidak selalu soal keberuntungan, tapi juga soal pilihan.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

1 hour ago
2

















































