Afrika Terbelah Jadi Dua, Ilmuwan Ungkap Tandanya Makin Dekat

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Para ilmuwan menemukan tanda baru bahwa Benua Afrika kemungkinan sedang menuju proses terbelah menjadi dua bagian lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Temuan itu berasal dari penelitian terbaru di kawasan Celah Turkana, Afrika Timur, yang menunjukkan kerak bumi di wilayah tersebut menipis drastis akibat aktivitas tektonik.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications mengungkap bahwa proses pemisahan lempeng di Afrika Timur sudah berada pada tahap lebih lanjut dibanding dugaan ilmuwan sebelumnya.

Celah Turkana membentang sekitar 500 kilometer melintasi Kenya dan Ethiopia dan menjadi bagian dari Sistem Retakan Afrika Timur.

Kawasan ini terbentuk akibat pergerakan lempeng Afrika dan Somalia yang saling menjauh sekitar 4,7 milimeter per tahun.

Pergerakan tersebut memicu proses rifting, yakni peregangan kerak bumi yang menyebabkan permukaan retak dan magma dari dalam bumi naik ke atas. Dalam jangka panjang, proses ini dapat memecah benua dan membentuk samudra baru.

"Kami menemukan bahwa proses rifting di zona ini jauh lebih maju dan kerak buminya lebih tipis dibanding yang diperkirakan sebelumnya," kata penulis utama studi, Christian Rowan dari Columbia University, dikutip dari ScienceDaily, Jumat (8/5/2026).

Berdasarkan analisis data seismik bawah tanah, para peneliti menemukan ketebalan kerak bumi di pusat retakan hanya sekitar 13 kilometer.

Sebagai perbandingan, kerak bumi di wilayah sekitarnya mencapai lebih dari 35 kilometer.

Fenomena ini disebut necking, yaitu kondisi ketika kerak bumi meregang dan menipis di bagian tengah hingga menjadi semakin lemah dan rentan pecah.

"Kami menilai wilayah ini telah mencapai ambang kritis keruntuhan kerak bumi," ujar ahli geofisika Anne Bécel, rekan penulis studi tersebut.

Meski proses pemisahan benua berlangsung sangat lambat dan membutuhkan jutaan tahun, penelitian ini menunjukkan Afrika Timur telah bergerak lebih dekat menuju fase pembentukan samudra baru.

Para ilmuwan memperkirakan fase berikutnya, yang disebut oceanization, akan terjadi ketika magma mulai membentuk dasar laut baru dan air dari Samudra Hindia masuk ke celah tersebut.

Selain mengungkap proses tektonik, studi ini juga memberi penjelasan baru terkait melimpahnya fosil manusia purba di kawasan Turkana.

Peneliti menduga penurunan permukaan tanah akibat proses geologi menciptakan lapisan sedimen ideal untuk mengawetkan fosil selama jutaan tahun.

Wilayah Turkana sendiri diketahui menyimpan lebih dari 1.200 fosil hominin, atau sekitar sepertiga dari seluruh temuan fosil manusia purba di Afrika.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |