Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali menegaskan prioritas reformasi pasar saham Indonesia. Ada tiga langkah cepat yang akan diambil pemerintah dan otoritas keuangan Tanah Air, termasuk mendorong BPJS Ketenagakerjaan & Kesehatan untuk memperluas alokasi investasinya di pasar modal.
Pertama adalah peningkatan likuiditas dengan menaikkan batas minimum free float menjadi 15% sesuai standar global,.
"Ada beberapa hal yang penting yaitu peningkatan daripada likuiditas dari minimal 7,5% atau 10% sampai dengan 15% (free float)," kata Airlangga, Selasa (3/2/2026).
Kedua, komitmen untuk membuka kepemilikan saham dengan kepemilikan mulai dari di atas 1% dari 5%.
"Jadi diatas 1% harus di-disclose termasuk ultimate beneficiary ownernya. Dan ini kan sebetulnya di KSEI itu mudah karena mereka sudah dengan digitalisasi," paparnya.
Terakhir, Indonesia akan membuka kesempatan untuk dana pensiun dan asuransi melakukan investasi di saham-saham yang memiliki fundamental kuat. Sebelumnya, kata Airlangga, Indonesia membuka aturan dana pensiun dan asuransi bisa menempatkan dananya hingga 10% di pasar modal pada 2015.
Kini, lanjutnya, akan dibuka alokasi investasi Dapen dan asuransi hingga 20%. Nantinya, Airlangga menuturkan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan pun bisa memperluas portofolionya ke pasar saham.
"Dimana itu dibuka dari 10% itu sejak tahun 2015 itu menjadi bisa sampai 20% untuk menaruh investasinya di pasar modal termasuk BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Dan ini tentu yang saham yang fundamentalnya kuat antara lain LQ45," katanya.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2

















































