Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan penerbangan domestik selama periode angkutan Lebaran 2026 mulai menunjukkan lonjakan signifikan bahkan sebelum mencapai puncak arus mudik. AirNav Indonesia mencatat trafik penerbangan dalam beberapa hari terakhir sudah melampaui prediksi awal.
Direktur Operasional AirNav Indonesia Setio Anggoro mengatakan peningkatan trafik ini sudah terlihat sejak dimulainya periode angkutan Lebaran beberapa hari terakhir.
"Ini yang sudah kita prediksi dari awal tahun pergerakan di Angkutan Lebaran. Jadi kita prediksi waktu itu peak season akan terjadi pada H-3 atau 18 Maret, sekitar dua hari lagi. Kemudian arus balik kita prediksi mencapai peak day-nya pada tanggal 29 Maret atau H+7," ujar Setio dalam konferensi pers Airnav Indonesia, Senin (16/3/2026).
Lonjakan pergerakan penerbangan terjadi lebih cepat dibandingkan pola tahun sebelumnya. Salah satu pemicunya adalah kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan pemerintah menjelang Lebaran.
"Dengan adanya kebijakan WFH dari pemerintah, ini termasuk mengurai trafik sehingga karena ini merupakan hari ke H-5, sehingga kita bisa lihat real pergerakannya," kata Setio.
Secara normal Indonesia mencatat hampir 5.000 pergerakan pesawat setiap hari di seluruh wilayah udara nasional. Namun angka tersebut kini meningkat cukup signifikan.
AirNav juga mencatat bahwa trafik beberapa hari terakhir tidak hanya melampaui data tahun lalu, tetapi juga melampaui proyeksi yang dibuat oleh lembaga tersebut sebelumnya.
"Di tiga hari terakhir sejak dimulainya musim Angleb secara umum lebih tinggi dibanding 2025 secara signifikan, juga lebih tinggi daripada prediksi AirNav," ungkap Setio.
Ia menambahkan bahwa kebijakan kerja fleksibel membuat sebagian masyarakat memulai perjalanan mudik lebih awal dibandingkan biasanya.
"Ini salah satu dampaknya karena WFH dimulai kemarin. Jadi bapak-ibu yang mudik itu sudah mulai dari hari Sabtu sehingga trafik memang sudah tinggi sejak awal," ujarnya.
AirNav memperkirakan lonjakan pergerakan pesawat akan terus meningkat dalam dua hari ke depan hingga mencapai puncaknya.
"Prediksi kita di H-3 peak-nya dua hari lagi. Semoga pergerakan ini masih bisa lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya maupun prediksi yang sudah kami buat," kata Setio.
Selain peningkatan trafik secara nasional, sejumlah bandara besar juga menunjukkan aktivitas penerbangan yang jauh di atas rata-rata harian.
"Di beberapa bandara pergerakannya sudah di atas rata-rata harian dan secara umum trafik tahun ini lebih tinggi sekitar 7% dibandingkan tahun 2025," kata Setio.
Ia menegaskan AirNav terus memantau perkembangan trafik secara real time untuk memastikan kelancaran layanan navigasi penerbangan selama musim mudik.
"Karena itu semua trafik kita monitor terus sehingga apabila ada lonjakan kita bisa mengantisipasi lebih cepat," tutup Setio.
(dce)
Addsource on Google

10 hours ago
2

















































