AS Biang Kerok Kudeta, Dubes Iran Bongkar Sepak Terjang Washington

8 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, melontarkan kritik tajam terhadap rekam jejak Amerika Serikat (AS) yang dinilai sebagai dalang di balik berbagai kekacauan dan upaya penggulingan kekuasaan di Iran. Boroujerdi menegaskan bahwa klaim AS yang ingin membantu demokrasi di Teheran adalah sebuah ironi besar mengingat sejarah kelam intervensi Washington yang dimulai sejak puluhan tahun silam.

"Hal yang ironis dan klaim yang tidak masuk akal lain yang disampaikan oleh Amerika Serikat adalah klaim bahwa mereka akan membantu Iran dari segi demokrasi. Tentu masyarakat Iran sangat memiliki sejarah panjang dengan Amerika, di mana pada tahun 1953 Amerika Serikat telah membantu sebuah kudeta di Iran," ujar Mohammad Boroujerdi dalam pernyataan resminya di Jakarta.

Ia memaparkan secara rinci bagaimana AS menghancurkan tatanan pemerintahan yang sah di Iran demi kepentingan hegemoninya. Menurutnya, AS tidak segan-segan menyingkirkan pemimpin yang dipilih oleh rakyat demi mengembalikan kekuasaan monarki yang bisa mereka kontrol sepenuhnya pada masa itu.

"Di mana pada tahun 1953, Amerika Serikat membantu Syah Iran pada saat itu untuk melancarkan sebuah kudeta untuk menggantikan pemerintahan yang sah, yang berasal dari suara masyarakat yang dipimpin oleh Bapak Mohammad Mosaddegh pada saat itu, dan digantikan ini dengan pemerintahan dari Syah, dibantu secara langsung oleh Amerika Serikat. Tentu Amerika Serikat dalam langkahnya di Iran di tahun 1953 telah mendorong sebuah kudeta. Dia telah mengumpulkan berbagai pihak untuk menggantikan pemerintahan yang sah di Iran dan menggantikannya dengan sistem yang dipimpin oleh Syah pada saat itu," jelasnya.

Lebih lanjut, Boroujerdi menyoroti aliansi AS dan Israel yang terus melakukan tindakan terorisme negara, termasuk pembunuhan terhadap tokoh-tokoh ulama dan pemimpin militer Iran. Ia mempertanyakan logika kemanusiaan AS yang mengklaim ingin membantu rakyat, namun di sisi lain justru menyebabkan penderitaan massal melalui sanksi ekonomi dan serangan militer langsung.

"Aliansi yang lain adalah Amerika Serikat dan Israel melakukan pembunuhan terhadap seorang tokoh, seorang ulama, seorang pemimpin dari sebuah negara yang dalam fatwanya telah menyatakan bahwa berbagai bentuk penyimpangan, produksi, penggunaan, jual beli senjata pemusnah masal termasuk senjata nuklir merupakan tindakan yang haram. Hal ironis lain adalah klaim yang mereka sampaikan, yaitu Amerika Serikat ingin membantu masyarakat Iran. Saya ingin tanyakan jenis bantuan seperti apa ini? Sampai dengan 200 anak-anak SD menjadi korban. Bantuan seperti apa yang dimaksudkan oleh mereka?" tegasnya dengan nada getir.

Diplomat senior ini juga membeberkan daftar panjang permusuhan AS, mulai dari dukungan terhadap Saddam Hussein dalam perang delapan tahun, penembakan pesawat sipil pada 1988, hingga pembunuhan Jenderal pahlawan anti-ISIS pada 2020. Ia menyebut bantuan AS ke berbagai negara seperti Irak dan Afghanistan hanya menyisakan kehancuran total dan kelaparan.

"Dunia tentu sudah sadar dan sudah lama mengetahui berbagai jenis bantuan yang disampaikan oleh Amerika Serikat. Kita pernah melihat contohnya di Irak, di Afghanistan, dan berbagai wilayah lainnya di dunia. Bantuan Amerika Serikat tidak lain selain kehancuran dan kelaparan dan kerusakan total bagi sebuah negara. Apakah ada manfaat lain? Saya rasa tidak ada. Marilah kita memberikan contoh di mana Amerika Serikat membantu rakyat sebuah negara dan terdapat hasil dari hal-hal yang berbeda yang saya sampaikan," katanya.

Boroujerdi juga memperingatkan adanya taktik modern yang digunakan intelijen AS dan Israel untuk menggulingkan pemerintahan Iran melalui "pembajakan" aksi protes masyarakat. Ia menuding agen CIA dan Mossad menyusup ke tengah demonstran untuk menciptakan korban jiwa maksimal sebagai dalih untuk melancarkan serangan militer terhadap kedaulatan Iran.

"Sebelum melakukan penyerangan terhadap Iran, melalui tekanan ekonomi, mereka menciptakan ketidakpuasan ekonomi di negara kami dan masyarakat turun di jalan. Kemudian mereka membajak aksi damai dari masyarakat. Setelah itu mereka menjalankan proyek menciptakan korban yang maksimal. Tentu agen-agen CIA, agen-agen Mossad berada di tengah-tengah mereka untuk menciptakan korban yang banyak, dan nantinya dengan dalih ingin mendukung para masyarakat yang melakukan demonstrasi, mereka melancarkan serangan terhadap Iran," ungkapnya membongkar modus operandi tersebut.

(tps/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |