Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang hari ini, Selasa (3/2/2026). Pasar mulai tenang setelah dihajar sentimen negatif dalam beberapa hari terakhir.
Seiring dengan pergerakan positif IHSG, aliran dana asing mulai kembali masuk ke pasar modal. Sepanjang sesi 1, foreign buy mencapai Rp 5,2 triliun, selisih tipis dengan foreign sell yang juga berada di level Rp 5,2 triliun.
Tercatat Bumi Resources (BUMI) menjadi saham yang paling banyak diincar asing dengan nilai mencapai Rp 402 miliar. Kemudian diikuti oleh Darma Henwa (DEWA) Rp 171,9 miliar dan Bumi Resources Minerals (BRMS) Rp 85,7 miliar.
Selain itu, saham emiten milik Hapsoro juga masuk dalam keranjang belanja asing. Bukit Uluwatu Villa (BUVA) mencatat net buy Rp 85,7 miliar dan Rukun Raharja (RAJA) Rp 85,5 miliar.
Begitu pula dengan emiten milik Prajogo Pangestu, seperti Barito Pacific (BRPT), Petrosea (PTRO), dan Chandra Daya Investasi, dengan masing-masing net buy Rp 56,7 miliar, Rp 49 miliar, dan Rp 39 miliar. Pun saham emiten perkapalan Buana Lintas Lautan (BULL) juga diborong dengan net buy Rp 40,5 miliar.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai IHSG mulai beranjak stabil usai sejumlah inisiatif yang dilaksanakan beberapa waktu ke belakang. Bahkan, kepercayaan investor asing berangsur membaik.
Sebagaimana diketahui, IHSG melaju semakin kencang menjelang akhir sesi 1 hari ini, Selasa (3/2/2026). Hingga pukul 10.44 WIB IHSG naik 1,07% ke level 8.007,65 atau melesat 295 poin dari level terendah perdagangan intraday hari ini.
Per pukul 11.21 WIB IHSG melaju semakin kencang dengan penguatan 1,54% atau naik 121,63 poin ke level 8.044,36. Sebanyak 586 saham naik dan 180 turun. Nilai transaksi jelang siang ini mencapai Rp 15,68 triliun, melibatkan 31,66 miliar saham dalam 1,69 juta kali transaksi.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi melihat, hal ini menunjukkan sudah mulai lebih terkonfirmasi lagi kepercayaan dan kepastian di para investor kita terkait dengan rencana besar kita untuk mendorong dan mengedepankan reformasi integritas ini.
"Alhamdulillah hari ini mudah-mudahan berlanjut ya. Kita melihat sejauh ini sih tadi indeks masih hijau. Sekarang sudah di 1,5% dan merata. Semua indeks sektoral, semua indeks utama IDX30, LQ45 itu semuanya juga hijau. Artinya mengalami kenaikan yang merata," tutur Hasan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, (3/2/2026).
Seiring penguatan ini, asing mencatatkan net foreign buy sebesar Rp654,94 miliar pada perdagangan kemarin. Aksi beli asing ini baru terjadi setelah tiga hari ke belakang tercatat derasnya arus keluar dari saham-saham Indonesia.
"Artinya asing sudah mulai masuk ke pasar kita dan mulai itu menunjukkan adanya tingkat kepercayaan atas apa yang kita luncurkan kemarin," jelas Hasan.
Di sisi lain, Hasan pun melihat adanya fenomena kelompok saham yang secara rata-rata turun dan secara rata-rata naik. Ini menunjukkan adanya kelompok saham dengan fundamental baik mulai mendapat aliran dana minat pembelian lebih banyak kemarin. Sehingga, sekalipun secara komposit indeks kemarin turun, tapi ternyata saham-saham itu justru mencatat kenaikan.
"Sebaliknya, saham-saham yang mungkin selama ini dikenal sebagai saham-saham yang sudah memiliki tingkat apresiasi atau rasio harga PER-nya tinggi, meski tetap dalam transaksi wajar, kemarin kalau kita lihat mendapat tekanan melepaskan pemilikan melalui aksi penjualan," terangnya.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2

















































