Babak Belur! Harga Emas Terjun Bebas ke Level US$ 4.000

1 month ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas melemah di tengah sikap investor yang mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, serta menanti risalah rapat (minutes) pertemuan Federal Reserve (The Fed).

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (7/7/2026) ditutup di posisi US$ 4105,7 per troy ons. Harganya ambruk 1,39%.

Pelemahan ini memperpanjang derita emas dengan melemah 1,7% dalam dua hari perdagangan terakhir.

Harga emas makin jatuh pada hari ini. Pada Rabu (8/7/2026) pukul 07.00 WIB, harga emas dibanderol US$ 4096,72 per troy ons atau melemah 0,22%.

Pelemahan ini menyeret emas kembali ke level US$ 4.000.

Harga emas sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada Senin setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) pekan lalu yang lebih lemah dari perkiraan membuat pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Namun, menurut Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, pasar mulai menyadari bahwa The Fed masih sangat fokus menekan inflasi.

"Saya pikir kenyataannya mulai terlihat bahwa The Fed masih sangat fokus mengendalikan inflasi. Karena itu, skenario suku bunga yang tetap tinggi lebih lama (higher for longer) masih menjadi jalur kebijakan yang paling mungkin ditempuh The Fed," kata Grant, dikutip dari Reuters.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar masih memperkirakan sekitar 60% peluang The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September.

Kini perhatian investor tertuju pada risalah rapat The Fed yang akan dirilis pada Rabu.

Di Timur Tengah, dua kapal tanker diserang di Selat Hormuz. Iran juga menegaskan tidak akan melanjutkan perundingan damai selama Presiden AS Donald Trump masih terus mengancam akan melanjutkan perang.

Kabar tersebut mendorong harga minyak naik sehingga kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi akibat kenaikan harga energi.

Emas umumnya berada di bawah tekanan ketika kekhawatiran inflasi membuat suku bunga tetap tinggi, karena kondisi tersebut mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Di sisi lain, bank sentral China melanjutkan pembelian emas untuk bulan ke-20 berturut-turut.

Cadangan emas negara itu mencapai 75,44 juta troy ons murni pada akhir Juni, naik dari 74,96 juta troy ons pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, Hong Kong pada Selasa meluncurkan sistem kliring terpusat untuk perdagangan emas sekaligus mengaktifkan kembali perdagangan kontrak berjangka emas sebagai bagian dari upayanya menjadi pusat cadangan emas regional.

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |